Minggu, 24 Juli 2016

Motivation

Orang yang kuat hatinya, Bukan mereka yang tidak pernah menangis, Melainkan Orang yang tetap tegar ketika banyak Orang menyakitinya.

Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tidak pernah melebihi batas kemampuan kamu.


Hargai dia yang membencimu, karena dia adalah penggemar yang telah menghabiskan waktunya hanya untuk melihat setiap kesalahanmu.

Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !


Jangan iri atas keberhasilan oranglain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan ununtuk mencapai keberhasilannya itu.

Jangan bandingkan orang yang mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yang kini berusaha membuatmu bahagia.


Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tidak ingin mengatidakannya padamu.

Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.


Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!

Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.


Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya.

Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tidak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.


Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.

Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sdarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menenuntukan kesuksesan atau kehancuran.


Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi.

Jika kamu memiliki keinginan untuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan ununtuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.


Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tidak pantas mendapat apa yang kamu inginkan.

Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.


Jangan tidakut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.

Tuhan tidakkan berikan cobaan melebihi kemampuanmu. Ketika putus asa, ingatlah, jika Tuhan memberinya padamu, Dia akan membantumu melewatinya.


Ketika seseorang yang sangat kamu percaya mendustaimu, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar ununtuk lebih percaya pada dirimu sendiri.

Jangan terpuruk ketika kamu tengah berada dalam situasi terburuk. Tuhan memberikannya padamu, karena Dia ingin kamu lebih kuat dari sebelumnya.


Jika kamu berubah hanya karena ingin seseorang menyukaimu, maka kamu dicintai seseorang yang memang bukan dirimu.

Cinta tidak akan menuntut kesempurnaan, cinta akan memahami, menerima dan rela ununtuk berkorban. Karena cinta seharusnya membuatmu bahagia bukan terluka.


Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu, biarkanlah. Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang yang lebih baik untuk masuk.

Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yang salah, dan teruslah melangkah.


Perasaan yang paling berbahaya adalah iri, karena iri hati melahirkan kebencian dan kebencian akan membunuhmu perlahan.

Orang yang pantas ditangisi tidak akan membuatmu menangis, dan orang yang membuatmu menangis tidak pernah pantas buat kau tangisi.


Dalam kehidupan tiada yang abadi, karena ununtuk setiap ‘Selamat Datang’ akan selalu diakhiri dengan ‘Selamnat Tinggal’

Kamu bisa memiliki apa pun yang diinginkan jika kamu mampu menghilangkan keyakinan bahwa tdk mungkin mendapatkannya.


Wahai Yang Maha Lembut,manjakanlah hatiku yang sendiri ini, bahagiakanlah aku dalam pernikahan yang penuh cinta, yang mesra, yang setia.

Berhentilah mengkhawatirkan masa depan, syukurilah hari ini, dan hiduplah dengan sebaik-baiknya. Mario Teguh


Ketika kehadiranmu tidak dianggap, ketahuilah bahwa kamu sedang belajar tentang cara PEDULI.

Meratapi dan menyesali masa lalu tidak akan mengubah apa pun. Bangkit dan perbaiki setiap kesalahan yang ada.


Jangan berubah hanya karena ingin dicintai seseorang. Jadilah dirimu sendiri dan seseorang akan mencintai kamu apa adanya.

Mengemis cinta seseorang hanya membuatmu tidak berkualitas. Jika dia mencintaimu, kamu tidak perlu mengemis cintanya.


Kejahatan terencana adalah memberikan harapan palsu tanpa ada rasa cinta.

Percayalah, cinta sejati akan menjadi milikmu ketika kamu dan dia mampu SETIA.


Jika kekasih yang pas-pasan saja tidak kau dapatkan, berarti ada yang kau lakukan yang menurunkan daya tarikmu. Mario Teguh.

Mengeluh hanya melahirkan rasa kasihan buka cinta.


Tersenyumlah jika kamu dihina karena itu tanda sebentar lagi kamu akan ditinggikan. Tuhan Maha Adil.

Jika kalian gagal mendapatkan sesuatu, maka hanya satu hal yang harus kalian lakukan, coba lagi!


Jika kalian memiliki keinginan untuk memulai, maka kalian juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.

Ada yang layak diberikan kesempatan kedua. Ada yang layak dimaafkan tapi tidak perlu diberi kesempatan kedua.


Wanita itu unik, mereka ingin kita itu tau bagaimana perasaannya tapi mereka tidak ingin mengatakannya.

Jika Anda gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus Anda lakukan, coba lagi!!!!


Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.

Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.


Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.

Jika kamu berubah hanya karena ingin seseorang menyukaimu, maka kamu dicintai seseorang yang memang bukan dirimu.


Lebih baik digigit oleh seorang sahabat daripada dicium oleh seorang musuh.

Jangan pernah anda menggunjingkan orang lain, karena akan lebih baik mulai untuk merencanakan dan melakukan apa yang menjadi tujuan anda.


Kehidupan ini hanyalah sebuah perjalanan, Allah dan surga-Nya lah tujuan kita yang paling utama.

Tidak ada seorang pun yang akan membuatmu kecewa kecuali kamu sendiri yang mengizinkannya.


Kita tidak akan pernah mencapai kesuksesan sejati kecuali kita menyukai apa yang kita kerjakan.

Mengucapkan kata-kata lebih mudah dibanding bertindak. Karenanya orang yang bijak adalah orang yang mampu mebuktikkan ungkapannya.


Hidup itu sederhana, namun seringkali kita lah yang membuatnya menjadi sulit.

Jika manusia berusaha melawan hukum alam, maka ia akan menghancurkan dirinya sendiri.


Cobalah untuk belajar sesuatu tantang segala sesuatu dan segala sesuatu tentang sesuatu

Hidup adalah suatu tantangan yang harus dihadapi dan Perjuangan yang harus dimenangkan.


Karena harapan mampu melihat bahwa ada seberkas cahaya dibalik pekatnya kegelapan.

Berjalanlah dengan sebuah “harapan” di hati anda, maka anda tidak akan pernah berjalan sendirian.


Pahitnya hidup itu memang nyata, namun begitupun dengan adanya harapan yang selalu nyata dalam hidup.

Ketika kamu memulai dengan percaya, melangkah dengan keyakinan, maka percayalah kamu tidak akan pernah kehilangan harapan.


Orang tidak akan mengingat hari, tetapi yang diingat adalah momen penting dan berkesan.

Kalau masa depanku gelap, jelas lebih baik aku menghadapinya layaknya seorang laki-laki, daripada berusaha mencerahkannya dengan imajinasi-imajinasi yang sia-sia.


Hidup adalah serangkaian peristiwa alami dan spontan. Jangan melawan kehidupan yang hanya akan menciptakan kesedihan. Biarkan realitas menjadi kenyataan. Biarkan semuanya mengalir secara alami.

Hidup adalah Kesusahan yang harus diatasi. Rahasia yang harus digali. Tragedi yang harus dialami. Kegembiraan yang harus dibagikan. Cinta yang harus dinikmati, dan Tugas yang harus dilaksanakan.


Minggu, 03 Juli 2016

سألناك يارب

سألناك يا رب صحة القلب والجسد

وعافية الابدان فى الاهل والولد

وطول حيات مع كمال الاستقامة وحفظا من الهم والكبر والرياء والعجب والسمعة والحسد

وزرقا واسعا حلالا غيرقاصر يكون لنا عونا علي منهج الرشد

وحسن اداب فى الاخلاق جميعها، وبفضلك اللهم يا بر و يا صمد

بجاه النبي المصطفي بفضل من صام ومن حج ومن سجد

وصلي الله علي سيدنا محمد وعلي اله وصحبة احمعين

أمين أمين أمين يارب العالمين

Sabtu, 02 Juli 2016

Niat Zakat Fitrah

1.  Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
"Aku berniat mengeluarkan Zakat fitrahku Fardhu kerna Allah ta'Ala"

2.  Niat Zakat Fitrah untuk Istri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
"Aku berniat mengeluarkan Zakat fitrah isteriku Fardhu kerna Allah ta'ala"

3.  Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
"Aku berniat mengeluarkan Zakat fitrah anak laki lakiku Fardhu kerna ta'Ala."

4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
"Aku berniat mengeluarkan Zakat fitrah anak Perempuanku Fardhu kerna Allah ta'Ala."

5.  Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
"Aku berniat mengeluarkan Zakat fitrahku dan semua yang kewajiban atasku akan Nafkah mereka menurut Syara' Fardhu kerna Allah ta'ala"

6.  Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ..…) ) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
"Aku berniat mengeluarkan Zakat fitrah si(.........) Fardhu kerna Allah ta'ala."

Bacaan Doa Ketika Menerima Zakat
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

" WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT "
Waktu pelaksanaan mengeluarkan zakat fitrah terbagi
menjadi 5 kelompok :
1. Waktu wajib.Yaitu, ketika menemui bulan Ramadhan dan
menemui sebagian awalnya bulan Syawwal. Oleh sebab itu orang yang meninggal setelah maghribnya malam 1
Syawwal, wajib dizakati. Sedangkan bayi yang lahir setelah
maghribnya malam 1 Syawwal tidak wajib dizakati.

2. Waktu jawaz.Yaitu, sejak awalnya bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib.

3. Waktu Fadhilah. Yaitu, setelah terbit fajar dan sebelum
sholat hari raya.

4. Waktu makruh.Yaitu, setelah sholat hari raya sampai
menjelang tenggelamnya matahari pada tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti menanti kerabat atau orang yang lebih membutuhkan, maka hukumnya tidak makruh.

5. Waktu haram.Yaitu, setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal kecuali jika ada udzur seperti hartanya tidak ada ditempat tersebut atau menunggu orang yang
berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram.

Sedangkan dari zakat yang dikeluarkan setelah tanggal 1 Syawwal adalah qodho’.



"زكاة فطرة "




Minggu, 19 Juni 2016

IMAM AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH ABAD 21 ( ABUYA SAYYID MUHAMMAD ALAWI AL-MALIKI )

Biografi singkat Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani.

Abuya As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi Al-maliki Al-Hasani lahir di kota Makkah tahun 1365 H / 1945 M. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah Makkah, dimana ayah beliau As-Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki yang tempatnya sangat masyhur dekat Babussalam
Kecerdasan beliau tampak mulai dari kecil, Beliau hafal al-Quran pada usia 7 tahun, kemudian hafal kitab "Al-Muwatto' " pada usia 15 tahun,pada usia 25 tahun menyandang Gelar Doctor, dan dijadikan Guru Besar Universitas Ummul Quro Makkah pada umur 26 tahun.

Setelah  As-Sayyid Alwi Al-Maliki wafat, putra beliau  As-Sayyid Muhammad tampil sebagai penerus. Disamping mengajar di Masjidi Haram, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universiatas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta’lim rumah beliau di Utaibiyyah kemudian pindah ke Rushoifah

Abuya As-Sayyid Muhammad Al-maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih-lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya.
Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya atau tidak searah dengan thariqahnya. Dalam kehidupannya beliau selalu bersabar dengan orang-orang yang tidak bersependapat baik dengan pemikirannya atau dengan alirannya, semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan dijawab dengan hikmah.
Beliau tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta’lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak bersependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Quran dan Sunah.
Pada akhir hayat beliau yang berkenaan dengan adanya kejadian teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil HaramSyeikh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti “Hiwar Fikri” di Makkah yang diadakan pada tgl 5 sd 9 Dzul Qo’dah 1424 H / Desember 2003 M dengan judul “Al-qhuluw wal I’tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah”, di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist. Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul “Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama”. Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da’wah selalu
Ketika kunjungan beliau ke Malaysia pada bulan Syawwal 1423 / Desember 2002 Abuya Memberi amanah kepada murid beliau tertua KH. Ihya’ Ulumuddin untuk membuat wadah bagi para alumni atas pendapat dari Abuya As-Sayyid Ahmad putra beliau,  alhamdulillah pada Tgl 2 Muharrom 1424 H / 5 Maret 2003 sebanyak 25 murid beliau berkumpul di kediaman KH. Muhyiddin Nor Pondok Pesantren Darussalam Tambak Madu Surabaya semua sepakat mewujudkan amanah beliau berda’wah secara berjama’ah dengan di beri nama Hai’ah ASH-SHOFWAH yang sekarang kantor pusatnya berda di Jl. Gayungsari Surabaya sebelah timur Masjid Al-Akbar Surabaya dimana sudah mempunyai 15 kantor cabang diseluruh Indonesia
Beliau wafat hari jumat tgl 15 romadhan 1425H  / 30 Oktober 2004 M dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la disamping makam istri Rasulullah Khadijah binti Khuwailid. Dan yang menyaksikan penguburan beliau seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, semua menyaksikan janazah beliau setelah disolati di Masjidil Haram setelah sholat isya’ yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia. Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza’.
Beliau wafat meninggalkan 6 putra, As-Sayyid Ahmad, As-Sayyid Abdullah, As-Sayyid Alwi, As-Sayyid Ali, As-Sayyid Al- Hasan dan As-Sayyid Al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini .

SEMANGAT BELIAU DALAM MENGAJAR

Beliau ABUYA SAYYID MUHAMMAD ALAWI AL-MALLKI adalah salah satu dari hamba Allah yang sangat cinta ilmu.beliau mencurahkan segenap kemampuannya dalam rangka mewujudkan kecintaannya kepada ilmu tersebut.dan disanalah beliau mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati.

Waktu beliau makmur dengan pengajian ( mengajar ), tidak kurang dari 15 Halaqoh ilmu ( pelajaran ) yang beliau asuh dalam sehari semalam, sungguh kekuatan rohani yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepadanya.

Beliau tidak pernah putus dalam keistiqomahannya untuk mengajar kecuali jika terdapat sesuatu hal yang betul-betul darurat atau mendesak.sehingga murid-murid beliau berkata,sungguh guru kami ini lebih semanggat daripada muridnya.

Habib Sholeh bin Ahmad al-Aydrus berkata “ pukul setengah tiga malam beliau menhajar kami kitab Shohih al-Bukhori,kemudian diteruskan dengan kitab abu Suja’ (kitab fiqih syafi’i ) sampai menjelang fajar.

Setelah fajar kami sholat sunnah dua rokaat kemudian sholat shubuh berjama’ah,setelah itu kami membaca wirid al-Imam al-Haddad, setelah itu beliau kembali mengajar kami kitab Sunan an-Nasa’i sampai sekitar pukul setengah delapan pagi.kemudian baru setelah itu kami istirahat sejenak sekitar setengah jam.
Kemudian beliau mkembali kepada kami mengajar tidak kurang 10 mata pelajaran sampai tiba waktu dhuhur.setelah sholat dhuhur beliau duduk mengajar kami kitab Misykatul Mashobih,karya al-Khatib at-Tibrizi sekitar satu setengah jam.kemudian beliau istirahat kembali ke keluarganya.setelah tiba waktu sholat ashar beliau turun untuk sholat ashar bersama kami.kemudian kami membaca kitab Shohih al-bukhori.sungguh waktu yang sangat sarat keberkahan.

Kemudian sebelum maghrib beliau sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Masjidil Haram.setelah Maghrib beliau memberikan pengajian ke Masjidil Haram dengan kitab tafsir dan dilanjutkan dengan membaca kitab Ibnatul Ahkam Syarah Bulughul Maram yang tak lain adalah karangan ayah andanya beliau sendiri sampai tiba waktu isya’.setelah sholat isya’ beliau kembali memberikan pengajian kitab Sunan Abu Dawud dan al-Jami’ as-Shoghir, karya Imam as-Suyuthi sekitar satu jam.

Setelah itu beliau kembali kerumah, kadang sebelum istirahat beliau sudah didatangi oleh beberapa orang yang menanyakan sesuatu atau memiliki hajat tertentu kepada beliau.beliaupun dengan sabar melayani mereka dengan semua hingga mereka merasa puas dan pulang dengan senang hati.

Sungguh waktu yang paling menyenangkan beliau adalah dikala menyampaikan pelajran atau pengajian.bahkan ketika kami menunaikan ibadah Haji,ketika berada di arofah dan Mina kami membaca dihadapan beliau ( didalam kemah ) kitab Idhoh ( tentang Manasik Haji ) karya Imam an-Nawawi,Shohih Bukhoi dan shohih Muslim”.

Abuya Sayyid Muhammad mendapat penghormatan dengan menjadi Syaikh dengan bilangan ijazah terbanyak dalam waktunya. Beliau juga memiliki rantaian sanad terdekat dengan datuknya, Nabi Muhammad Sallahu Alaihi wa aalihi Wasallam.

Di Tanah Arab, tanah kelahirannya, dan dalam pengengembaraan mencari ilmu , Abuya Sayyid Muhammad mendapat lebih dari 200 ijazah dari alim-ulamak teragung di zamannya, di setiap cabang ilmu Islam.
Ijazah beliau sendiri, yang beliau berikan kepada murid-muridnya adalah antara yang paling berharga dan jarang di dunia, menghubungkan anak-anak muridnya dengan sejumlah besar para ulamak agung.

Para Masyaikh yang memberikan ijazah kepada Abuya Sayyid Muhammad mereka merupakan ulamak besar dari seluruh dunia Islam.
Jadi tidak bisa dipungkiri lagi akan kedalaman samudra keilmuan beliau ini.

KEAKRABAN DAN KEDEKATAN ABUYA SAYYID MUHAMMAD ALAWI AL-MALIKI DENGAN PARA SANTRINYA.


Dibawah ini adalah sekelumit gambaran pintas keakraban Abuya dengan para Santrinya.

1. Jika ada diantara santri beliau yang tidak hadir dalam majlis atau sholat berjama’ah beliau selalu menanyakannya.dan bila santri tersebut didapati sakit atau kurang sehat,beliau yang menawarkannya untuk berobat dan pergi kerumah sakit,sebelum santri itu dan temannya meminta izin kepada beliau untuk berobat.dan tidak jarang beliau sendiri mengirim buah-buahan/roti kepada santri yang sakit tersebut.

2. Jika beliau mengetahui diantara seorang santri beliau mempunyai pekerjaan yang banyak dan memberatkannya,beliaumemerintahkan temannya yang lain untuk ikut membantu atau bahkan menggantikannya.

3. Dalam masalah kebersihan tubuh atau pakaian yang dikenakan oleh sisantri,beliau selalu memperhatikannya dan menegurnya jika ada yang kurang layak untuk dipakai,misalnya “ Hai fulan,kenapa bajumu sobek? Kenapa bajumu kotor? Kenapa badanmu tidak segar? Dan berbagai pertanyaan lainnya.

4. Masalah makanan santri,beliau juga senantiasa memperhatikannya dengan menanyakan masakan apa yang akan dibuat hari ini,jika makanan yang tersedia ternyata kurang memuaskan,maka beliau memerintahkannya untuk merubahnya yang lebih baik dan memuaskan. 

5. Jika ada santri yang susah/sedih,beliau menanyakannya dan memerintahkannya untuk mengadu kepada beliau.dan beliau memanggilnya dan memerintahkannya untuk berkidmah kepada beliau agar lebih dekat.

6. Beliau juga senantiasa memberi hiburan kepada para santrinya dengan berbagai macam hiburan,baik yang bersifat jasmani maupun rohani,didalam pondok maupun diluar pondok, seperti berziaroh,umroh,bertamasya,menonton film-film religi maupun sejarah,dll.

7. Beliau senantiasa menjadi pembela terdepan bagi para santrinya jika terjadi keslahfahaman diantara santri dan tetangganya/ahli balad.bahkan beliau sangat marah terhadap orang yang menghina/meremehkan santri-santri beliau,dan bahkan beliau pernah berkata “ Siapa yang senang kepadaku,dia juga harus senang kepada murid-muridku “

8. Bila ada santri yang melakukan kesalahan,kemudian beliau memarahinya,akan tetapi setelah itu beliau langsung memanggilnya dan memberikannya hadiah/paling tidak mengajak sang santri tersebut bergurau.

9. Beliau akan merasa sedih jika ingin berpisah dengan santri-santrinya yang hendak pulang ketanah air.beliau sebenarnya sangat ingin selalu bersama dengan santri-santrinya, akan tetapi beliau juga sadar, bahwa seperti itulah jalan kehidupan.

10. Beliau tidak memperhatikan kepada para santrinya dalam hal pelajaran saja, akan tetapi dalam segala aspek kesehariannya.ketika beliau menjumpai para santrinya melakukan hal kebaikan,maka beliau menghadiahi dengan pujian,dan ketika melihat para santrinya dalam hal kesalahan, maka beliau memberi nasehat dan teguran, layaknya seorang ayah terhadap anaknya.oleh karena itu beliau memerintahkan kepada para santrinya untuk memanggil dengan sebutan ABUYA ( Ayahku ), dan tidak diperkenankan memanggil dengan panggilan Ustadz,Syech,Guru. 

Diantara Kalam Hikmah Abuya Sayyid Muhammad :

1. Seorang yang alim tidak cukup dengan ilmunya semata, selagi belum dibarengi akhlak yang mulia.

2 Sikap patuh dan rendah hati yang dibarengi dengan kurangnya ilmu, itu lebih baik daripada sifat licik dan sombong yang dibarengi dengan banyaknya ilmu.
3. Sampai kapanpun aku adalah seorang murid


4. Dunia ini adalah penarik : penarik manusia untuk bekerja ( yang bisa melupakan untuk akhirat ) kecuali bagi mereka yang berhati-hati dan itupun sedikit dari mereka "
5. Saya tidak mempunyai banyak amal dan ibadah,aku berharap semoga Alloh menerimaku dengan berkat membantu orang lain.
6. Ketika kita memuji atau menyebut keutamaan seseorang, bukan berarti itu merupakan cacian atau pelecehan bagi yang lain (yang tidak disebut).

7. Jika kamu melihat seseorang melakukan sesuatu ketaatan diwaktu tertentu, padahal ia tidak biasa melakukan hal itu,maka janganlah kamu melarangnya melakukan kebaikan,tetapi justru dukunglah ia supaya terus melakukannya

KAROMAH

Berbicara tentang karomah beliau,maka banyak sekali yang akan kita jumpai, yang diantaranya adalah Jasad beliau sampai saat ini masih utuh,tidak hancur dimakan ulat atau dihimpit bumi.
Pada saat pemakaman beliau, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam juga ikut hadir dan ikut menjemput jasadnya ketika diliang lahat.

KAROMAH IMAM BUKHORI DAN ABUYA SAYYID MUHAMMAD ALAWI AL-MALIKI

Pada suatu waktu Abuya melaksanakan rihlah ke Bukhoro ( kazakhistan ) .pada saat itu Abuya beliau bersama rombongan dengan tujuan berziaroh ke makam imam Bukhori ( pengarang kitab Shohih Bukhori ).
Bukhoro yang terletak dibenua Eropa,namun masih berada dibawah garis kemiskinan,hal itu dikarenakan baru saja merdeka dari kekuasaan uni Soviet.jadi fasilitas yang tersedia tidak seperti dinegara negara maju.bahkan bisa dibilang dibawah standart,begitu juga dihotel yang disinggahi Abuya,terlihat begitu sederhana.
Keesokan harinya beliau bersama rombongan berangkat menuju kota Bukhoro yang berjarak kurang lebih 5 KM,beliau mengendarai bus yang kursinya terbuat dari kayu,seperti bangku sekolah.
Ketika sesampainya dibukhoro beliau berziarah dan berdoa dipusara sang Imam,setelah itu dilanjutkan membaca beberapa hadits Rosululloh Shollalloohu alaihi waalihii wasallam,dari kitab Shohih Bukhori dihadapan pusara sang Imam.
Namun bebrapa saat kemudian beliau mengajak rombongan untuk kembali kehotel,dikarenakan ada permasalahan dengan perut beliau,dan berhajat ketoilet.
Disaat perjalanan pulang menuju hotel beliau tertidur,dan didalam tidurnya tersebut beliau bermimpi bertemu dengan Imam Bukhori,dan sang Imam menyuruhnya untuk kembali kepusaranya sambil berkata " wahai Sayyid Muhammad,kembalilah kesini dan lanjutkanlah membaca hadits,saya sudah siapkan untukmu toilet duduk ".
Kebetulan saat itu abuya memerlukan toilet duduk,karena badan beliau sedang kurang enak badan,dan kondisi badan beliau yang tinggi besar.setelah beliau terbangun dari tidurnya lalu menyuruh sopir untuk segera berbalik kepusara sang imam.anehnya tanpa disadari oleh sopir,ternyata jalan yang dilalui salah,bukannya kearah hotel namun kearah pusara Imam Bukhori.

Sesampainya beliau ke Pusara sang imam,tiba-tiba beliau dijemput oleh seseorang yang tidak beliau kenal,sambil mempersilahkan beliau untuk menggunakan toilet duduk,sambil berkata orang tersebut " sebenarnya toilet ini sudah dipesan oleh seseorang,tapi ia tak kunjung datang.jadi saya ingin memberikan untuk anda " ujar orang yang tidak dikenal tersebut.
Setelah beliau menunaikan hajatnya ,langsung menuju pusara sang imam untuk melanjutkan pembacaan beberapa Hadits.dan setelah itu beliau melanjutkan pulang kehotel sambil berkata " ini adalah karomah Imam Bukhori.
Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah, ilmu, teladan dihati hati kami. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Selamat tinggal pahlawan yang jujur, ikhlas dalam amal dan perbuatanya. Selamat jalan… selamat jalan,.. kebaikan dan kemulyaan engkau telah meliputimu semasa hidupmu dan disaat wafatmu. Engkau telah hidupi hari hari mu didunia dengan mulia, dan sekarang Engkau telah terima imbalannya disaat wafatmu pula dengan mulia. Jika sekarang kita telah berpisah untuk sementara, maka kami pasti akan menyusulmu Insya Allah dan kita pasti akan bertemu dan berkumpul kembali…. amin yarobbal alamin.[]

Alfatihah Ilaa Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, semoga Alloh meratakan rohmatNya kepadanya,meninggikan derajatnya,menempatkan beliau bersama baginda Rosululloh shollallohu alaihi wa aalihi wasallam,dan bersama para syuhada',sholihin, dan semoga kita mendapat keberkahannya,rahasia-rahasianya,serta cahaya-cahaya ilmunya,didalam agama,dunia dan akhirat, dan semoga kita dikumpulkan bersama beliau disurga dan bersanding dengan Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam, bisirril faatihah.

Minggu, 22 Mei 2016

15 BIDANG ILMU SEBELUM MENAFSIRKAN AL-QUR, AN

SEBELUM ANDA INGIN MENAFSIRKAN AL QUR'AN,KUASAI DULU 15 BIDANG ILMU BERIKUT INI :

1. Ilmu Lughat (filologi), yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata al Quran. Mujahid rah.a. berkata, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka tidak layak baginya berkomentar tentang ayat-ayat al Quran tanpa mengetahui ilmu lughat. Sedikit pengetahuan tentang lughat tidaklah cukup karena kadangkala satu kata mengandung berbagai arti. Jika mengetahui satu atau dua arti, tidaklah cukup. Bisa jadi kata itu mempunyai arti dan maksud yang berbeda.
.
2. Ilmu Nahwu (tata bahasa), Sangat penting mengetahui ilmu Nahwu, karena sedikit saja I’rab (bacaan akhir kata) berubah akan mengubah arti perkataan itu. Sedangkan pengetahuan tentang I’rab hanya didapat dalam ilmu Nahwu.
.
3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata), Mengetahui Ilmu sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya. Ibnu Faris berkata, “Jika seseorang tidak mempunyai ilmu sharaf, berarti ia telah kehilangan banyak hal.” Dalam Ujubatut Tafsir, Syaikh Zamakhsyari rah.a. menulis bahwa ada seseorang yang menerjemahkan ayat al Quran yang berbunyi:

“(Ingatlah) pada suatu hari (yang pada hari itu) kami panggil setiap umat dengan pemimpinya. “(Qs. Al Isra [17]:71)

Karena ketidaktahuannya tentang ilmu sharaf, ia menerjemahkan ayat itu seperti ini:“pada hari ketika manusia dipanggil dengan ibu-ibu mereka.” Ia mengira bahwa kata ‘imaam’ (pemimpin) yang merupakan bentuk mufrad (tunggal) adalah bentuk jamak dari kata ‘um’ (ibu). Jika ia memahami ilmu sharaf, tidak mungkin akan mengartikan ‘imaam’ sebagai ibu-ibu.
.
4. Imu Isytiqaq (akar kata, Mengetahui ilmu isytiqaq sangatlah penting. Dengan ilmu ini dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda makna. Seperti kata ‘masih’ berasal dari kata ‘masah’ yang artinya menyentuh atau menggerakkan tangan yang basah ke atas suatu benda, atau juga berasal dari kata ‘masahat’ yang berarti ukuran.
.
5. Ilmu Ma’ani, Ilmu ini sangat penting di ketahui, karena dengan ilmu ini susunan kalimat dapat di ketahui dengan melihat maknanya.
.

6. Ilmu Bayaan, Yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zhahir dan yang tersembunyi, juga mempelajari kiasan serta permisalan kata.
.
7. Ilmu Badi’, yakni ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas juga di sebut sebagai cabang ilmu balaghah yang sangat penting dimiliki oleh para ahli tafsir. Al Quran adalah mukjizat yang agung, maka dengan ilmu-ilmu di atas, kemukjizatan al Quran dapat di ketahui.
.
8. Ilmu Qira’at, Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna paling tepat di antara makna-makna suatu kata.
.
9. Ilmu Aqa’id, Ilmu yang sangat penting di pelajari ini mempelajari dasar-dasar keimanan, kadangkala ada satu ayat yang arti zhahirnya tidak mungkin diperuntukkan bagi Allah swt. Untuk memahaminya diperlukan takwil ayat itu, seperti ayat:

“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al Faht 48]:10)
.
10. Ushu l Fiqih, Mempelajari ilmu ushul fiqih sangat penting, karena dengan ilmu ini kita dapat mengambil dalil
dan menggali hukum dari suatu ayat.
.
11. Ilmu Asbabun-Nuzul, Yaitu ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunnya ayat al Quran. Dengan mengetahui sebab-sebab turunnya, maka maksud suatu ayat mudah di pahami. Karena kadangkala maksud suatu ayat itu bergantung pada asbabun nuzul-nya.
.
12. Ilmu Nasikh Mansukh, Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hokum uang sudah di hapus dan hokum yang masih tetap berlaku.
.
13. Ilmu Fiqih, Ilmu ini sangat penting dipelajari. Dengan menguasai hokum-hukum yang rinci akan mudah mengetahui hukum global.
.
14. Ilmu Hadist, Ilmu untuk mengetahui hadist-hadist yang menafsirkan ayat-ayat al Quran.
.
15. Ilmu Wahbi, Ilmu khusus yang di berikan Allah kepada hamba-nya yang istimewa, sebagaimana sabda Nabi Saw..,,

“Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak ia ketahui.”
.

Juga sebagaimana disebutkan dalam riwayat, bahwa Ali r.a. pernah ditanya oleh seseorang, “Apakah rasulullah telah memberimu suatu ilmu atau nasihat khusus yang tidak di berikan kepada orang lain?” Maka ia menjawab, “Demi Allah, demi Yang menciptakan Surga dan jiwa. Aku tidak memiliki sesuatu yang khusus kecuali pemahaman al Quran yang Allah berikan kepada hamba-Nya.” Ibnu Abi Dunya berkata, “Ilmu al Quran dan pengetahuan yang didapat darinya seperti lautan yang tak bertepi.
.
Ilmu-ilmu yang telah diterangkan di atas adalah alat bagi para mufassir al Quran. Seseorang yang tidak memiliki ilmu-ilmu tersebut lalu menfsirkan al Quran, berarti ia telah menafsirkannya menurut pendapatnya sendiri, yang larangannya telah di sebutkan dalam banyak hadist. Para sahabat telah memperoleh ilmu bahasa Arab secara turun temurun, dan ilmu lainnya mereka dapatkan melalui cahaya Nubuwwah.

.
Iman Suyuthi rah.a. berkata, “Mungkin kalian berpendapat bahwa ilmu Wahbi itu berada di luar kemampuan manusia. Padahal tidak demikian, karena Allah sendiri telah menunjukkan caranya, misalnya dengan mengamalkan ilmu yang dimiliki dan tidak mencintai dunia.”
.
Tertulis dalam Kimia’us Sa’aadah bahwa ada tiga orang yang tidak akan mampu menafsirkan al Quran:
.
(1) Orang yang tidak memahami bahasa Arab.
.
(2) Orang yang berbuat dosa besar atau ahli bid’ah, karena perbuatan itu akan membuat hatinya menjadi gelap dan menutupi pemahamannya terhadap al Quran.
.
(3) Orang yang dalam aqidahnya hanya mengakui makna zhahir nash. Jika ia membaca ayat-ayat al Quran yang tidak sesuai dengan pikirannya (logikanya), maka ia akan gelisah. Orang seperti ini tidak akan mampu memahami al Quran dengan benar.
Wallohu a'lam


Sumber

Facebook PONDOK HABIB. 

Minggu, 10 April 2016

Saat saat Terakhir ABAH GURU SEKUMPUL

Mengenang Seputar Berpulangnya Syaikhuna, Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), Martapura.

Setelah sembilan hari dalam perawatan di. RS. Mount Elizabeth Singapura, tepatnya pada minggu malam, Syaikhuna bersikeras meminta agar dibawa pulang. Kondisi kesehatan Beliau terlihat sangat lemah. Meski demikian, pihak keluarga belum bisa mengabulkan karena melihat kondisi Beliau yang tidak memungkinkan dan masih menunggu keputusan tim medis.
Besoknya, Senin 8 Agustus 2005, Syaikhuna kembali sesak napas. Beliau harus melakukan Cuci darah. Sorenya diketahui dari hasil pemeriksaan tim dokter bahwa keadaan Syaikhuna ini sangat sulit ditangani. Dan pada malam harinya mendadak tensi Beliau menurun drastis. Disaksikan oleh keluarga dekat termasuk salah satunya Guru H. Syarif Bustami, Syaikhuna membaca dzikir
ﻻإله إﻻالله
sebanyak tiga kali dengan suara rendah, kemudian dilanjutkan dengan menyebut
محمد رسول الله.
Dan setelah itu tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Beliau hingga akhir hayatnya.
Pada Selasa 9 Agustus 2005, sekitar jam 10 pagi waktu setempat, tercapailah keputusan musyawarah keluarga agar Syaikhuna segera dibawa pulang ke Indonesia. Hari itu pula seluruh pengurusan yang menyangkut kepulangan rombongan diselesaikan, hingga akhirnya pada jam 17. 30 sore, berangkatlah rombongan dengan menumpang pesawat carteran Foker 24, pesawat evakuasi yang bernama "Anugerah", menuju Banjarmasin melewati rute Singapura-Pontianak-Banjarmasin.
Saat masih dalam pesawat, sebelum sampai di bandara dikota Pontianak, Syaikhuna sempat mengalami kesulitan pernapasan. Tim medis yang mengiringi rombongan langsung memberikan perawatan. Namun, setelah transit di Pontianak, kondisi pernapasan Beliau sudah mulai normal kembali. Tepat jam 21.00 malam rombongan tiba di bandara Syamsuddin Noor, dan sekitar jam 21.30 tibalah rombongan di rumah kediaman Syaikhuna di Sekumpul.

MARTAPURA MENANGIS.

Kedatangan Syaikhuna dari Singapura hampir-hampir tidak diketahui oleh jamaahnya. Walau demikian, pada subuh itu terlihat banyak orang berkumpul di sekitar kediaman Syaikhuna, khususnya di pintu belakang kediaman Beliau. Di situ tampak sekelompok orang duduk sambil sesekali menengok ke arah pintu kecil yang menghubungkan jalan kecil itu dengan komplek Ar-Raudhah, berharap ada seseorang yang keluar dari pintu itu untuk menyampaikan kabar terbaru tentang keadaan Guru tercinta.
Di bagian dalam rumah Beliau sendiri, sejak kedatangan Syaikhuna dari Singapura, sebagian anggota keluarga sendiri dan tenaga medis terlihat enggan beranjak dari dekat Syaikhuna. Sebagian dari mereka terlihat membaca ayat-ayat suci al-qur an dengan suara lirih. Wajah-wajah yang mengelilingi Syaikhuna itu kelihatan tenang saja, sebab dari raut muka Syaikhuna tertampak ketenangan, sekalipun Beliau tidak berbicara lagi, hembusan napas Syaikhuna masih mengalir teratur dan anggota tubuh Beliau sesekali masih bergerak.
Dengan keadaan ini tenaga medis yang dibantu anggota keluarga pun menyiapkan peralatan cuci darah yang akan dilakukan besok siang. Sekitar jam 02.00 dini hari, semua peralatan siap digunakan. Namun apalah daya, takdir Allah SWT menghendaki lain.
Inna lillaahi wa Inna Ilaihi Roojji'uun......
Tepat pada pukul 04.40 (waktu jidar) subuh, Syaikhuna berpulang ke Rahmatullah. Keadaan yang sebelumnya gening dikejutkan dengan suara isak tangis yang sambung menyambung. Entah dari mana berita itu bermula, namun semakin jelas dan nyata bahwa kabar wafatnya Syaikhuna adalah merupakan kebenaran yang tak dapat dipungkiri.
Seperti digerakkan oleh tangan yang tak nampak, kelompok2 manusia yang tadinya tersebar di sekitar komplek ar-Raudhah semuanya menuju pintu kecil di belakang rumah Beliau. Mereka berjejal untuk memasuki celah yang hanya bisa dimasuki oleh dua orang. Semua berharap, sambil sesekali mengusap air yang menggenang di matanya, agar dapat memasuki kediaman Syaikhuna sekaligus dapat melihat orang yang dicintainya untuk terakhir kali dan bahkan kalau bisa melakukan ciuman terakhir yang menandakan ketaatan dan kebaktian seorang murid. Namun di antara sekian banyak, hanya sedikit saja yang mendapatkan keberuntungan itu.
Mereka yang tidak kebagian akhirnya memasuki mushalla ar-Raudhah, sehingga pada subuh itu padatlah Mushalla ar-Raudhah.
Kemudian setelah shalat Subuh, terdengar pengumuman dari pengeras suara Mushalla ar-Raudhah tentang berpulangnya Syaikhuna ke hadirat Allah SWT. Pengumuman ini kemudian menyebar luas melalui seluruh stasiun radio, segenap masjid dan mushalla yang ada di seluruh Kalimantan Selatan.
Hari itu terjadilah sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam sejarah keagamaan di Kalimantan Selatan. Berita wafatnya Guru tercinta langsung menyebar di kalangan murid-murid di berbagai pelosok daerah. Hampir seluruh instansi pemerintah meliburkan diri, para murid di sekolah-sekokah dipulangkan, dan pasar-pasar menjadi lenggang karena para pedagang menghentikan kegiatannya. Orang-orang dari berbagai pelosok bumi Banjar berdatangan menuju Martapura khususnya ke Sekumpul untuk ikut mengantar kepergian sang Guru. Hari itu kota Martapura, khususnya daerah Sekumpul, menjadi lautan manusia. Lautan manusia yang berduka karena kehilangan seorang Abah sekaligus Guru tercinta yang selama ini begitu istiqomah memberikan pengajaran, mengayomi, memperhatikan persoalan-persoalan hidup mereka, baik kehidupan sementara di dunia, maupun kehidupan abadi di akhirat kelak.
Transportasi menjadi sangat padat, semuanya berujung pada tempat yang sama. Bahkan penyeberangan ferry yang menghubungkan Kotabaru dan Batu Licin menjadi penuh, terlihat antrian sepanjang beberapa kilometer menunggu giliran untuk menyeberang. Sementara itu, dari jalan-halan Hulu Sungai maupun Banjarmasin terlihat mobil pribadi, angkutan umum, serta kendaraan roda dua, merayap pelan saking padatnya jalan yang dilalui. Semua polisi diturunkan ke jalann untuk ikut mengatur lalu lintas. Hari itu seakan semua penghuni Kalimantan ditumpahkan ke Martapura.
Tidak hanya transportasi darat, transportasi udara pun, khususnya dari pulau Jawa, menjadi penuh. Hari itu dan beberapa hari berikutnya merupakan masa-masa yang sulit untuk bisa mendapatkan tiket baik dari pulau Jawa ke Banjarmadin atau sebaliknya. Seandainya adapun, maka harganya telah melambung tinggi sampai beberapa kali lipat dari harga biasanya.
Di tempat kediaman Syaikhuna sendiri, terlihat kesibukan keluarga dibantu beberapa murid terdekat Beliau yang sedang menyiapkan acara pemakaman. Dalam kejadian ini sekali lagi terlihat kehati-hatian Syaikhuna dalam menjalankan perintah Agama Islam, di mana jauh hari sebelumnya Beliau telah membuat wasiat untuk keluarga dan murid-murid Beliau. Dimulai dari orang yang memandikan jenazahnya, imam shalat jenazah, menggali lubang kubur, hingga orang yang membacakan talqin. Tak lupa pula Beliau telah mempersiapkan sejumlah amplop berisi uang yang akan diserahkan kepada para penyelenggara pemakaman.
Tepat pukul 10.00 WITA, jenazah Beliau mulai dimandikan dengan dipimpin oleh (alm) Allahu Yarham Guru Abdus Syukur pada waktu itu. Jenazah Syaikhuna dipangku oleh beberapa orang keluarga terdekat Beliau. Tak ketinggalan, dalam memandikan jenazah Syaikhuna ini, kedua anak Beliau ikut menyiramkan air ke tubuh ayah tercinta. Tak terdengar isak tangis dari mereka berdua, hanya beberapa tetes air mata tampak membasahi kedua pipi mereka. Kemudian setelah pemandian, Syaikhuna dikapankan, setelah sebelumnya dipakaikan jubah serta sorban yang telah disiapkan Beliau jauh hari sebelum wafatnya.
Sebelum kain kafan sempurna ditutupkan ke jenazah Beliau, bergiliran beberapa orang terdekatdi mulai dari keluarga memberikan ciuman perpisahan. Beberapa dari mereka tak mampu untuk menahan air mata yang berjatuhan, air mata kesedihan karena ditinggalkan oleh orang yang selama ini mencintai mereka dan mereka cintai.
Setelah acara pengkafanan, dilaksanakan acara Bahillah yang dipimpin juga oleh (alm) Guru Abdus Syukur, dilanjutkan dengan shalat jenazah sebanyak tiga kali di dalam rumah, yang pertama diimami oleh (alm) Guru Abdus Syukur, kemudian oleh (alm) Guru Anang Djazouly, dan terakhir oleh Habib Zaki dari Solo.
Di Mushalla Ar-Raudhah dan sekitarnya yang tidak mampu menampung seluruh jamaah, terlihat wajah-wajah sedih yang tak dapat disembunyikan. Sesekali terdengar pengumuman yang meminta para jamaah agar tenang, namun semua seakan tak berbekas sedikitpun untuk mengurangi kegundahan hati mereka. Sebagian besar jamaah terus mengarahkan pandangan mata mereka ke pintu rumah Syaikhuna. Mereka menanti dibawanya jenazah Syaikhuna ke Mushalla untuk dapat mereka shalatkan bersama.
Setelah shalat Dzuhur, terlihat beberapa orang berpakaian polisi berbaris dari pintu rumah Syaikhuna sampai ke pintu Mushalla yang menuju mihrab. Kontan saja tindakan ini menjadi perhatian dari semua orang, mereka menyadari bahwa sebentar lagi saat yang ditunggu akan tiba. Kemudian pintu Syaikhuna terbuka, dan dari dalamnya keluarlah keranda yang diusung oleh beberapa orang. Serempak terdengar gemuruh dzikir rak henti-henti, komplek Ar-Raudhah seakan terhentak oleh suara ini, diselingi tangisan kesedihan yang keluar tak tertahan oleh sebagian besar jamaah. Semua orang berdesakan ingin menyentuh keranda Guru tersayang, seorang jamaah yang histeris menarik kain yang menutupi keranda hingga hampir terlepas, dan terlihat jenazah Guru yang tetap tak bergerak walaupun keranda itu bergerak di antara desakan sekian banyak jemaah. Beberapa saat kemudian keranda itu pun mencapai pintu Mushalla yang hanya berjarak 25 meter dari rumah Syaikhuna. Gemuruh dzikir terus menggema sampai keranda diletakkan di depan imam, dan kemudian terdengar pengumuman bahwa shalat jenazah akan dimulai.
Dikarenakan sedemikian banyaknya para jamaah sehingga shalat jenazah dilakukan secara bergantian. Berpuluh-puluh kali shalat jenazah dilaksanakan sampai menjelang shalat Ashar.
Menjelang shalat Ashar, jenazah dibawa ke kubah turbah al-Mahya, diiringi dzikir yang bergemuruh dari ratusan ribu jamaah di komplek ar-Raudhah.
Tinggal beberapa menit lagi sebelum shalat Ashar tiba, salah seorang keluarga almarhum membagikan beberapa gumpalan tanah yang sudah disediakan kepada Guru-Guru untuk dibacakan Surah al-Qadr sebanyak 7 kali, selanjutnya akan dijadikan sebagai penyangga tubuh bagian belakang almarhum. Selang beberapa menit kemudian adzan shalat Ashar dikumandangkan, jasad Syaikhuna pun mulai diturunkan pelan-pelan hingga masuk ke liang lahat oleh Zainal Abidin, H. Anang Kurdi, dan H. Rusdi. Satu persatu ikatan tali bagian kepala, dada, dan kaki dibuka, disaksikan oleh para jamaah di antaranya para Habaib dan Ulama dari luar daerah. Kemudian sedikit demi sedikit tanah mulai dimasukkan sambil diiringi dengan bacaan surah Yasin, hingga akhirnya ditanamkan dua byah nisan di atas makam. Setelah itu (alm) Guru Abdus Syukur membacakan talqin mayit, dan akhirnya ditutup dengan tahlil dan doa arwah oleh Beliau.
Setelah semua acara pemakaman selesai, terdengar iqomah yang diteruskan dengan shalat Ashar. Sebagian jamaah beranjak pulang, namun sebagian besar tetap berada di komplek ar-Raudhah, sambil tetap berusaha memasuki kubah turbah al-Mahya untuk membaca surah Yasin dan kalau beruntung bisa mencium nisan yang baru di tanam.
Sejak hari itulah, jamaah merasakan kehilangan yang sangat mendalam. Jika dahulu setiap permasalahan yang menggumpal di benak selalu mencair manakala dibawa hadir di pengajian Sekumpul, sekarang ke mana lagi mereka harus membawanya. Apabila dahulu ada yang menuntun mereka meniti Shirath al-Mustaqim menuju Mardhotillah, kini siapa lagi yang benar benar bisa diikuti, yang memiliki keikhlasan murni, tanpa ada maksud-maksud dan kepentingan pribadi. Mungkin itulah yang membuat banyak dari mereka sangat sedih.

Sumber : KEBERKAHAN ABAH GURU SEKUMPUL

Jumat, 04 Maret 2016

Belajar Bahasa Dayak Ngaju


Belajar Bahasa Dayak Ngaju

Ikau = Kamu
Ikei = Kami
Ketun = Kalian
Itah = Kita
Kuman = makan
Mihup = Minum
Nanjung = Jalan
Menter = berbaring
Batiruh = tidur
Misik = bangun
Hanjewu = Pagi
Handau = Siang
Halemei = Sore
Hamalem = Malam
Uras = Semua
Jitoh = ini
Auh = suara
Iye = Dia
Maimbit = Membawa
Awie = Karena
Riam = Jeram
Tuntang = Dengan
Eka = Tempat
Keleh = Sebaiknya
Itih-itih = Pilih-pilih
Arep = Diri Sendiri
Hetoh = Sini
Sanan = Kasih Tahu
Keton = Kalian
Atei = hati
Bahandang = merah
Bahenda = kuning
Babilem = hitam
Baputi = putih
ije = satu
due = dua
telo = tiga
epat = empat
lime = lima
jahawen = enam
uju = tujuh
hanya = delapan
jalatien = sembilan
Sakuyan = seribu
Balaw = rambut
Urung = hidung
Pinding = telinga
Uyat = leher
Takuluk =kepala
Usuk = dada
Toso = dada wanita
Ijang = dagu
Hatue = laki=laki
Bawie = perempuan
Bue = kakek
Tambie = nenek
Mama = Paman
Mina = Bibi
Kaka = kakak
Andi = adik
Apang/bapa = ayah
Indang/indu = ibu
Aken = keponakan
Durang Pahari = Sanak Saudara
Pahari = saudara
Manuk = ayam
Bawui = babi
Hadangan = Kerbau
Pusa = Kucing
Balawau = Tikus
Bakei = Kera
Lakang = betina
Jagao = jantan
Danum = Air
Apui = Api
Petak = Tanah
Riwut = Angin
Kiri = Sambil
Kanan = Gantau
Kaki = Pai
Tangan = Lenge
Berjalan = Mananjung
Jalan = Karatak
Datang = Dumah
Berenang = Hanangoi
Kotor = Papa
Kulit = Upak
Belakang = Likut
Samping = Balikat
Hati = Atei
Atas = Hunjun/Ngambu
Bawah =Penda/Ngiwa
Mengetahui = Mangatawan
Berpikir =Bapikir
Takut = Mikeh
Darah = Daha
Kepala = Takuluk
Leher = Uyat
Rambut = Balau
Hidung = Urung
Bernafas = Manahaseng
Mulut = Nyama
Gigi = Kasinga
Telinga = Pinding
Lidah = Jela
Tertawa = Tatawe
Menangis = Manangis
Diam = Benyem
Muntah = Muta
Meludah = Maluja
Makan =kuman
Masak =Mampakasak
Minum =Mihup
Mengigit = Mangirut/Mamangkit
Menyedot = Minyup
Mendengar = Mahining
Tidur = Batiruh
Bangun = Misik
Mimpi = Nupi
Duduk = Munduk
Berdiri = Mendeng
Orang = Uluh
Suami = Bana
Istri = Sawa
Nama = Aran
Berbicara/Bersuara = Hamauh
Mengikat = Mameteng
Jarum = Pilus
Berburu = Mengan (khusus berburu burung)
Berburu = Mandup (berburu hewan berkaki empat)
Mencuri = Manakau
Membunuh = Mampatei
Mati = Matei
Hidup = Belum
Memotong = Manetek
Membelah = Manyila
Tajam = Batajim
Tumpul = Kadian
Menanam = Mimbul
Memilih = Mintih
Membeli = Mamili
Membuka = Mukei
Membuang = Manjakah
Jatuh = Manjatu
Busuk = Maram
Dahan = Edan
Daun = Dawen
Akar = Uhat
Buah = Bua
Rumput = Uru
Mengalir = Mahasur
Garam = Uyah
Keasinan = Bakahing
Dingin = Sadingen
Panas = Balasut
Kering = Keang
Basah = Bisa
Berat = Babehat
Ringan = Mahian
Membakar = Mamapoi
Asap =Asep
Abu = Kawu
Arang = Buring
Besar = Hai
Kecil = Kurik
Lebar = Lumbah
Sakit = Pehe
Malu = Mahamen
Berani = Bahanyi
Tua = Bakas
Baru = Haru
Lama = Tahi
Bagus = Bahalap
Jelek = Papa
Malam = Hamalem
Siang = Andau
Tahun = Nyelu
Kapan = Hamparea
Sembunyi = Manyahukan
Naik = Mandai
Di Atas = Hung Hunjun/Ngambu
Di Bawah = Hung Penda
Ini = Jituh
Itu = Jete
Dekat = Tukep
Jauh = Kejau
Dimana = Hung Kueh
Apa = Narai
Siapa = Eweh
Bukan =Beken
Semua = Uras
Dan = En
Jika/Bila = Amun
Bagaimana = Kilenampi
Tidak = Dia
Bersambung... Insya allah akan saya lanjutkan pada post yang akan datang. Semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara
Belajar Bahasa Dayak Ngaju