Selasa, 28 Mei 2024

SYEKH KASYFUL ANWAR AL-BANJARI


Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan
Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

“Seyogyanya bagi orang yang alim apabila dia ditanya akan hal yang tidak diketahuinya maka dia akan berkata ‘Aku tidak mengetahuinya’ dan hal tersebut tidak akan mengurangi martabatnya tetapi menunjukkan akan wara’ dan sempurna ilmu.” Demikian sebagian nasihat Syekh Muhammad Kasyful Anwar seorang pembaharu sistem pendidikan sekaligus pimpinan periode ketiga Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar lahir di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 4 Rajab 1304 H/29 Maret 1887 pukul 10 pagi malam Selasa. Syekh Muhammad Kasyful Anwar adalah putra al-Allamah KH Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

Memasuki usia tamyiz, jiwanya sudah dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an dan diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri. Di masa mudanya ia tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Jadi beliau belajar ilmu agama dengan beberapa masyayikh di antaranya:

  • Al-Alim Al-Allamah Syekh Ismail bin Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Mufti Syekh Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
  • Al Alim Al Allamah Syekh Abdullah Khatib bin Muhammad Sholeh bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.


Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

Sebagai pendatang yang belum pandai berbahasa Arab, beliau belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhamamd Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama yang berasal dari Kampung Pasayangan Martapura dan sudah lama menetap di Kota Makkah.

Selama belajar di Makkah beliau berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya:
1. Sayyid Ahmad bin Sayyid Abu Bakar Syatha, anak dari pengarang kitab I’anah Al Thalibin;
2. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas penulis kitab Tadzkirunnas;
3. Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki yang bergelar Sibawaihi pada zamannya, sangat alim dan memiliki berbagai keahlian bidang ilmu;
4. Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi;
5. Syekh Umar Ba Junaid Mufti Syafi’iyah;
6. Syekh Sa’id bin Muhammad Al Yamani;
7. Syekh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal;
8. Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri;
9. Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi.

Setiap cabang ilmu yang dipelajari, selalu ditelusuri sanadnya, terutama di bidang fiqih, hadits, wirid, dan hizib-hizib. Di bidang hadits, beliau mempelajari secara langsung sebanyak 40 hadits musalsal yang disusun oleh Syekh Mukhtar Atthatih kepada Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri beserta praktiknya baik memakai sorban, libasul hirqah as-shufiah, dzikir, mushafahah, musyabaqah, munawalatussubhah, dan lainnya yang termaktub di kitab tersebut.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga mengambil ijazah Dalailul Khairat dan Burdatul Madih Al Mubarakah dari Syekh Muhammad Yahya Abu Liman, Syekh Dalaiul Khairat dengan sanad yang mutthasil kepada penyusun keduanya.

Murid-murid beliau sangat banyak dan menjadi ulama besar di antaranya:

  1. Syekh Anang Sya’rani Arif seorang muhadits dan juga salah satu Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura;
  2. Syekh Muhammad Syarwani Abdan Pimpinan PP Datuk Kalampayan Bangil;
  3. Syekh Ahmad Marzuki;
  4. Syekh Muhammad Samman bin Abdul Qadir;
  5. Syekh Abdul Qadir Hasan;
  6. Syekh Husien bin Ali;
  7. Syekh Salman Yusuf;
  8. Syekh Muhammad Samman Mulia.


Selain aktif berjuang di dunia pendidikan sebagai pengajar, Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga berjasa memperkaya khazanah perpustakaan Islam dengan berbagai karya tulis yang bermanfaat. Di antara karya tulis beliau:

1. Risalah Tauhid;
2. Risalah Fiqh;
3. Risalah Fi Sirah Sayyidil Mursalin (Ilmu Tarikh);
4. Targhib Al-Ikhwan Fi Tajwid Al Qur’an;
5. Durutsuttashrif (Ilmu Sharaf 4 Jilid);
6. Terjemah kitab Hadits Arbain dalam bahasa Arab Melayu berjudul Al-Tabyin Ar-Rawi Bisyarhi Arba’in An-Nawawi;
7. Terjemah kitab Jauarah Al Tauhid yang berjudul Al Durrul Farid Syarh Jawhar Al Tauhid;
8. Risalah Hasbuna.

Pembaharu Pesantren

Syekh Muhammad Kasyful Anwar menjadi Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura pada periode ketiga selama 18 Tahun (1922-1940). Dalam kepemimpinan beliau terjadi perubahan-perubahan fundamental baik di bidang sistem pendidikan, penyusunan kurikulum, pemberdayaan tenaga pengajar, maupun peningkatan infrastruktur yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik bangunan. Cara pengajian Pesantren Darussalam yang sebelumnya berupa halaqah diubahnya menjadi model pengajaran klasikal dan berjenjang.

Dengan adanya pembaharuan sistem dan metode pendidikan yang dilakukan Syekh Muhammad Kasyful Anwar di Pesantren Darussalam Martapura, maka banyak berdatangan dan berduyun-duyun para santri dari berbagai daerah di Kalimantan yang belajar di Pesantren Darussalam Martapura. Dalam beberapa tahun saja para alumnusnya terlah tersebar ke berbagai pelosok Kalimantan dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kaum muslimin setempat untuk membuka pengajian majelis taklim, mendirikan madrasah dan pondok pesantren. Di antara salah satu alumnus Pesantren Darussalam Martapura yang sangat terkenal dan memimpin majelis taklim yang diikuti oleh ratusan ribu jamaah adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan guru sekumpul.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar termasuk orang yang berkecukupan. Beliau adalah pedagang emas dan intan yang dijalankan saudara iparnya di Jakarta. Selain usaha tersebut, beliau juga memiliki sawah dan kebun karet yang dikerjakan oleh tenaga upahan. Di sela-sela kesibukannya, beliau tetap menyempatkan diri turun ke sawah dan kebun bekerja bersama pekerja upahan.

Kemandirian yang Syekh Muhammad Kasyful Anwar miliki menjadikannya tidak mau menerima zakat, bahkan atas kemampuan tersebut beliau mengeluarkan zakat dan memberikan bantuan kepada orang lain. Bahkan gaji guru-guru Pesantren Darussalam Martapura banyak diberikan dari uang pribadi beliau. Walaupun sebagai seorang yang berada namun beliau tetap dalam hidup kesederhanaan karena perilaku zuhudnya. Begitulah kehidupan pribadi seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang memegang teguh disiplin ilmu dan kemasyarakatan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Halimah pada bulan Syawwal 1330 H dalam usia 26 tahun dan dikaruniai 6 orang anak, 4 putra dan 2 perempuan.

Setelah berjuang tanpa kenal lelah dari masa belajarnya hingga masa mengajar dalam rangka menyampaikan amanah sebagai pewaris baginda Rasulullah SAW kepada umat baik melalui pendidikan formal dan pengajian nonformal maupun dengan tulisan yang tersebar dan menjadi bahan bacaan terutama di Pesantren Darussalam Martapura, akhirnya pada malam Senin pukul 9.45 WITA, tanggal 18 Syawwal 1359 H/18 September 1940 M Syekh Muhammad Kasyful Anwar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 55 tahun dan dimakamkan di Kampung Melayu Martapura. (Erfan Maulana)

 
Dikutip dari Kitab Nurul Abshar (Sebagian Riwayat Hidup) Syekh Muhammad Kasyful Anwar susunan KH Munawwar Gazali Pimpinan Majelis Ta’lim Raudlatul Anwar

Selasa, 14 Februari 2023

Bi Fatimah

QASIDAH BI FATIMAH DAN TERJEMAHANNYA
بِفَاطِمَةْ قَدْ صَفَا حَاِلي وَ نِلْتُ الْمَرَ امْ
بِضْعَةْ مُحَمَّدْ حَبِيْبُ اللهِ خَيْرُا لأَ نَامْ
Dengan Fathimah telah tersucikan keadaanku dan kudapatkan segala cita-cita luhurku,
Sebahagian tubuh Muhammad Habibullah SAW sebaik-baik manusia.
أَعْلَى لَهَا الله ُقَدْرً ا فِي اْلعُلا َوَ الْمَقَامْ
نِعْمَ الْبَتُوْ لِ الرَّ ضِيَّةْ نُوْرٌ كُلِّ الظُّلا َمْ
Allah telah mengagungkan derajat Fathimah dengan Keluhuran dan Maqam Mulia Kesucian yang tersuci dalam Samudra Keridhaan Ilahi, Cahaya segala Kegelapan.
أُمُّ الْحَسَنْ وَ الْحُسِين أَهْلُ الْمَرَ قِي الْعِظَا مْ
لَهُمْ عَطَايَا مِنَ الْمَوْ لَى كِبَارْ جُسَامْ
Ibu Hasan dan Husein pemilik maqam puncak kemuliaan,
Atas mereka limpahan Anugerah dari Sang Pencipta Pemilik Anugerah terbesar.
هُمْ سَادَ ةُ أَهْلُ الْجِنَانِ الْعَالِيَّةْ يَاغُلا َمْ
مَنْ حُبُّهُمْ صَدَ قْ بَا يَسْكُنْ بِدَ ارِ السَّلا َمْ
Merekalah pembesar ahli surga yang luhur wahai anak,
Maka yang mencintai mereka dengan kesungguhan akan menghuni surga Darussalam.
وَ مَنْ تَعَلَّقْ بِهِمْ يَظْفَرْ بِنَيْلِ الْمَرَ امْ
أَكرَ مْتِ يَا بِضْعَةْ أَحْمَدْ فَانْعِمِي بِالتَّمَامْ
Dan yang berpegang dengan mereka akan beruntung mendapatkan cita-citanya,
Mulialah engkau wahai sebahagian tubuh yang terpuji (Al Hamid) maka limpahilah kami kemuliaan.
وَ امْنَحِيْ عَبْدَ كُمْ فِي الْقُرْ بِ أَعْلَى وَ سَامْ
نَقُو مُ بِحَمْلِ الرَّ يَاتِ الْهُدَ أَحْسَنْ قِيَامْ
Perhatikanlah dengan lembut budakmu ini, dengan kedekatan sebagai anugerah agung,
Agar kami tegak memegang Panji Dakwah Al Hamid dengan tegak sempurna.
تَعُمُّ دَ عْوَ تَةُ فِي ا لأ َ كْوَ انِ كُلَّ الأَ نَامْ
نَلْبَسُ خَلْعِ إِرْثُ مَا يَصِفْ سَنَاهَاكَلا َمْ
Hingga tersebar dakwahnya di seluruh dunia kepada seluruh manusia,
Hingga kami memakai baju Warisanmu yang bercahaya terang benderang tak tersifatkan oleh kalimat.
يَانُوْ رُ قَلْبِيْ وَ يَا أُمِّيْ عَلَيْكِ السَّلا َمْ
فِيْ كُلِّ حَالٍ وَ شَأْنٍ كُلِّ لَحْظَةٍدَ وَامْ
Wahai cahaya hatiku, wahai ibuku kuucapkan salam,
Setiap waktu, kejap dan saat dengan abadi.
عَلَيْكِ صَلَّى ِإ لهِيْ مَعَ أَبِيْكِ الإِ مَامْ
ِ..............................إِ مَامْ كُلِّ الْوَ رَى فِي كُلِّ خَاصٍّ وَ عَامْ
Atasmu limpahan shalawat Tuhanku, juga atas Ayahmu Sang Imam,
Pemuka semua pemuka dari semua golongan khusus dan awam.
الشَّا فِعُ الْمُبْتَغِ يَوْ مُ اللِّقَاءِ وَ الزِّ حَامْ
يَوْ مُ الْمَلا َئِكْ تُنَادِ يْ جَمْعُ كُلَّ الأَ نَامْ
Pemilik Syafa’at idaman dan tujuan di Hari Pertemuan dan Perkumpulan,
Hari para malaikat berseru pada seluruh manusia.
غُضُّوْ ا أَبْصَارَ كُمْ تَمُرُّ بِنْتِ النَّبِيِّ بِالسَّلا َمْ
وَ نَكِّسُوْ ارُ ؤُ وْ سَكُمْ مَاأَعْظَمَهُ وَالله ُمَقَامْ
Tundukkan pandangan kalian untuk lewatnya Putri Nabi dengan Salam Sejahtera …..!
Tundukkan kepala kalian…, Maqam yang alangkah Agungnya Demi Allah.
أتََذْ كُرِ يْنِي مَعَكِ أَعْبُرْ وَ مَنْ لَهُ ذِ مَامْ
حَاشَاكِ يَا أُمُّنَا تَنْسِيْنَ هَذَاالْغُلا َمْ
Apakah mengingatkan saat itu untuk masuk dan lewati shirath bersamamu dan bersama mereka yang termuliakan,
Alangkah sedih dan tak mungkin ….. wahai Ibu kami, Engkau lupakan anakmu ini.
مَحْسُوبِكُمْ يَرْتَجِيْهِ مِنْكُمْ بِهِ الإِ هْتِمَامْ
أَ نْتُمْ مَرَ امُهْ وَمَقْصُوْ دُهُ وَ نِعْمَ الْمَرَامْ
Bocah kesayanganmu mengharapkan kasih sayang dan perhatian ini,
Engkaulah cita-cita dan maksud, dan semulia-mulia cita-cita.
يَا بِنْتَ طهَ فُؤَادِ يْ فِيْ مَحَبَّتِكِ هَامْ
وَاللهِ أَ نْتُمْ مُرَادِ يْ فِي الدُّ نَاوَالْقِيَامْ
Wahai Putri Tha Haa, sanubariku bergejolak dalam mahabbah padamu,
Demi Allah, Engkau maksudku di dunia dan di hari kebangkitan.
وَمَاأَنَا ِإ لاَّ بِكُمْ يَاسَادَ تِيْ يَاكِرَامْ
عَلَيْكِ مَعَ وَ الِدْكِ أَذْ كَي الصَّلا َةُ وَالسَّلا َمْ
Dan aku ini hanyalah karenamu Wahai Pembesarku, Wahai Imam mulia,
Atasmu bersama ayahmu sesuci-suci shalawat dan salam.
وَأَهْلُ الْكِسَاءْوَ اهْلِ بَيْتِهِ عَالِيِيْنَ الْمَقَامْ
وَالصَّحْبِ أَجْمَعْ وَ مَنْ عَلَى هُدَ اهُ اسْتَقَامْ
Dan atas Ahlul Kisa serta Ahlul Baitnya para maqam yang luhur,
Dan para Shahabat semua dan seluruh yang teguh dengan petunjuknya.

Selasa, 10 Januari 2023

"BUNGKUS DAN ISI"

"BUNGKUS DAN ISI"

Apa itu "BUNGKUS"-nya dan apa itu "ISI"-nya?.

"Rumah yang indah" hanya bungkusnya.. 
"Keluarga bahagia" itu isinya…
 
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya.. 
"Sakinah, mawaddah, warahmah" itu isinya… 

"Ranjang mewah" hanya bungkusnya.. 
"Tidur nyenyak" itu isinya… 

"Kekayaan" itu hanya bungkusnya.. 
"Hati yang bahagia" itu isinya… 

"Makan enak" hanya bungkusnya.. 
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya…
 
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya.. 
"Kepribadian dan hati" itu isinya…
 
"Bicara" itu hanya bungkusnya.. 
"Amal nyata" itu isinya…
 
"Buku" hanya bungkusnya.. 
"Pengetahuan" itu isinya… 

"Jabatan" hanya bungkusnya.. 
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya..
 
"Kharisma" hanya bungkusnya.. 
"Akhlaqul karimah" itu isinya…
 
"Hidup di dunia" itu bungkusnya.. 
"Hidup sesudah mati" itu isinya…

Utamakanlah ISI-nya.. 
Namun rawatlah BUNGKUS-nya… 
Jangan memandang rendah & hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas.. 
Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati..

*اللهم صل على سيدنا محمد النبي الامي وعلى اله وصحبه وسلم*

Minggu, 11 Desember 2022

SEJARAH masuknya MAULID SIMTHUDDUROR KE NUSANTARA

Sejarah Masuknya Simthuddurar Ke Nusantara 

Ditulis oleh Ustadz Anto Djibril

Inilah Kitab Maulid Simtudduror yang selesai di tulis pada tanggal 24 Robiul Awal 1327 H, bertepatan dengan 14 April 1909 M, kitab tersebut merupakan milik Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, yang makamnya di Ampel Surabaya

Kitab tersebut merupakan salinan yang ditulis setelah 14 hari kitab Maulid Simtuddurror selesai di karang,  oleh Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi pada tanggal 10 Robiul Awal 1327 H, bertepatan dengan hari Rabu 31 Maret 1909 M

Al Habib Ali sang pengarang Maulid, wafat pada tanggal 20 Rabiul Akhir 1333 H, bertepatan dengan tanggal 6 Maret 1915 M, wafat pada umur kurang lebih 74 tahun. Sedangkan Maulid Simtuddurror itu sendiri masuk ke Pulau Jawa ini, dibawa oleh muridnya yang bernama Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi atas perintah beliau sendiri, untuk menyelenggarkan Maulid Akhir Khamis yang didalamnya dibacakan kitab Maulid tersebut

Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, pertama mengadakan Maulid Akhir khamis, di daerah Jatiwangi Cirebon lalu berpindah beberapa kali diantaranya Bogor dan akhirnya di selenggarakan di Masjid Ampel Surabaya

Pada perayaan Maulid Akhir khamis di Masjid Ampel Surabaya, tanggal 29 Rabiul Awal 1337, bertepatan dengan 2 Januari 1919 M, Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi menyerahkan Maulid Akhir khamis kepada Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang Batavia Centrum / Jakarta. Dan setelah itu, tidak beberapa lawa Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi berpulang kerohmatulloh, pada hari Rabu 12 Robiul Akhir 1337 H, bertepatan dengan 14 Januari 1919 M

Baru pada tahun 1920 M, oleh Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Maulid Simtudduror di syiarkan melalui perayaan Maulid Akhir Khamis di jalan raya depan Masjid Al Makmur Tanah Abang, dan di tahun 1921 M mulai diadakan di depan halaman Jamiyatul Khair dan pembacaan Maulid itu di syiarkan melalui Radio NIROM, tahun 1937 M oleh Habib Ali dipindahkan ke Kwitang hingga sekarang

Kitab Maulid Simtudduror itu dulu saya yang merawatnya selama 20 tahun, dari tahun 1999 dan sudah saya serahkan ke Perpustakaan dan Musium Majlis Ta'lim Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang Jakarta, pada perayaan Maulid yang lalu

Minggu, 10 Juli 2022

KALAM ULAMA

بسمﷲالرحمن الرحیم

Dicintai oleh seseorang yang mencintai kita dengan kekurangan kita lebih berharga dari pada dicintai 10 orang karena kehebatan kita saja.

Hidup telah mengajarkan kita bahwa cinta tidak berisi saling memandang, tapi cinta berisi bersama-sama melihat satu arah yang sama

Berhati-hatilah engkau menggantungkan hatimu terhadap kecintaan akan sesuatu yang Allah tidak mencintainya, karena engkau akan hancur binasa.
.
Al-Habib Umar bin Hafidz
.
يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق⁣
⁣
Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh.
Aamiin.

#PecintaDzurriyatRosulullah

AWALNYA SITI HAJAR PROTES

*"SITI HAJAR PROTES"*
Mengapa suaminya meninggalkan dia dan Ismail anaknya yang masih kecil di padang pasir yang tak ada siapapun dan tdk sda apapun ?
Ia hanya menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberinya putra.

Hajar mengejar Ibrahim AS, suaminya, dan berteriak:
*"Mengapa engkau tega meninggalkan kami di sini, bagaimana kami bisa bertahan hidup?*
Ibrahim AS terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh membasahi pipinya.
Perasaannya terjepit antara *pengabdian* dan *pembiaran*.
Hajar masih terus mengejar sambil terus menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit.
*Wahai suamiku, ayahanda Ismail, Apakah ini Perintah Tuhanmu ?"*

Kali ini Ibrahim AS, Sang Khalilulloh, berhenti melangkah.
Dunia seolah berhenti berputar.
Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim AS.
Butir pasir seolah terpaku kaku. 
Angin seolah berhenti mendesah.

Pertanyaan atau lebih tepatnya gugatan Hajar membuat semuanya terkesiap.
Ibrahim AS membalik tegas, dan berkata:
*Iya, ini perintah Tuhanku !*

Hajar berhenti mengejar, dan dia terdiam.
Lantas *meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semua malaikat, serta menggusarkan butir pasir dan angin;*

*"Jika ini perintah Tuhanmu, pergilah wahai suamiku. Tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir, Allah akan menjaga kami."*

Ibrahim AS pun beranjak pergi.

Dilema itu sirna sudah.
*Ini sebuah Pengabdian, atas nama perintah Allah, bukan pembiaran.*

*Itulah IKHLAS...*

*IKHLAS* _adalah wujud sebuah keyakinan mutlak, pada Sang Maha Mutlak._

*Ikhlas* adalah *kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah.*

*Ikhlas* itu adalah _ketika engkau sanggup untuk berlari, mampu untuk melawan dan kuat untuk mengejar,_ namun.. engkau *memilih* untuk *patuh* dan *tunduk*.

*Ikhlas adalah sebuah kekuatan untuk menundukkan diri sendiri dan semua yang engkau cintai.*

_Ikhlas adalah memilih jalan-Nya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain._

*Ikhlas bukan lari dari kenyataan. Ikhlas bukan karena terpaksa. Ikhlas bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengkalkulasi hasil akhir.*

_Ikhlas tak pernah berhitung, tak pernah pula menepuk dada._

*Ikhlas itu tangga menuju Allah.*

_Mendengar Perintah-Nya,_ *Menaati-Nya.*

*IKHLAS adalah IKHLAS itu sendiri. Murni tanpa embel² kepamrihan apapun. Suci bersih 100 persen, hanya karena Allah dan mengikuti Kehendak Allah, tidak yang lain*

*IKHLAS ADALAH KARUNIA ALLAH YG DIBERIKAN ALLAH KEPADA HAMBA2X YG DICINTAI NYA*

Setelah ditinggal suaminya, Ibrahim, Hajar mengendong putranya Ismail. Sambil lapar dan haus Hajar terduduk setelah perjuangannya mencari air dari Shafa ke Marwa...dari Marwa je Shafa sampai 
7 x , sementara itu kaki Ismail mengepak-ngepak ke pasir dan keluarlah air, .... air zamzam, dan di situlah Sarah dan Ismail hidup selama belasan tahun. Setelah lsmail remaja datanglah Ibrahim dengan perintah Allah untuk menyembelih Ismail anak semata wayangnya...yg sangat dicintainya...yg lama dia harapkan..yg dikaruniai Allah setelah ia berumur 100 th...anak yg sangat sholeh...

Ibrahim dan Ismail, ikhlas, patuh dan sabar akan perintah  Allah...... 
ketika Ismail sudah dibaringkan dan siap disembelih ...... ternyata Allah SWT mengganti Ismail dengan domba yg besar.

Sekarang
*"Setiap kita adalah *'IBRAHIM'* dan setiap Ibrahim punya *'ISMAIL'.....*

Ismailmu mungkin *'HARTAMU',*
Ismailmu mungkin *'JABATANMU',*
Ismailmu mungkin *'GELARMU',*
Ismailmu mungkin *'EGOMU',*
Ismailmu adalah sesuatu yang kau *'SAYANGI'* dan kau *'PERTAHANKAN'* di dunia ini....
Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail, Ibrahim hanya *diminta Allah untuk membunuh rasa 'KEPEMILIKAN' terhadap Ismail.*
Karena hakekatnya semua adalah milik Allah...

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menganugrahkan *KESHALIHAN dan Keikhlasan Nabi Ibrahim serta KEIKHLASAN dan Kesabaran Nabi Ismail kepada kita semua.*


*_Karena di hadapan Allah hanya ketaqwaan kita yang diterima-Nya.._*

Semoga kita termasuk ke dalam orang yang bertaqwa dan senantiasa dirahmati ALLAH.
Aamiin YRA 🤲

Selasa, 28 Februari 2017

Dayak Meratus

Suku Dayak Meratus

Jumlah populasi
kurang lebih 50.000 jiwa.
Kalimantan Selatan: 35.838 (2000). Bahasa Bukit, Melayu Banjar, Indonesia
Agama
Kaharingan
Kelompok etnik terdekat
Dayak Ngaju, Banjar

Litografi berjudul Orang-Boekit uit de Afdeeling Amoentai en Dajaksche vrouw uit Longwai ("Orang Bukit dari afdeeling Amuntai dan wanita Dayak Modang dari Long Wai") berdasarkan gambar oleh Carl Bock (1887)
Suku Dayak Meratus adalah nama kolektif untuk sekumpulan sub-suku Dayak yang mendiami sepanjang kawasan pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan.

Orang Banjar Kuala menyebut suku Dayak Meratus sebagai Urang Biaju (Dayak Biaju) karena dianggap sama dengan Dayak Ngaju (Biaju), sedangkan orang Banjar Hulu Sungai menyebut suku Dayak Meratus dengan sebutan Urang Bukit (Dayak Bukit/Buguet) Selato menduga, suku Bukit termasuk golongan Suku Punan. Tetapi Tjilik Riwut membaginya ke dalam kelompok-kelompok kecil seperti Dayak Alai, Dayak Amandit (Loksado), Dayak Tapin (Harakit), Dayak Kayu Tangi, dan sebagainya, selanjutnya ia menggolongkannya ke dalam Rumpun Ngaju. Namun penelitian terakhir dari segi liguistik, bahasa yang digunakan sub suku Dayak ini tergolong berbahasa Melayik, jadi serumpun dengan Suku Kedayan, Dayak Kendayan dan Dayak Iban.

Sesuai habitat kediamannya tersebut maka belakangan ini mereka lebih senang disebut Suku Dayak Meratus, daripada nama sebelumnya Dayak Bukit yang sudah telanjur dimaknai sebagai orang gunung. Padahal menurut Hairus Salim dari kosa kata lokal di daerah tersebut istilah bukit berarti bagian bawah dari suatu pohon yang juga bermakna orang atau sekelompok orang atau rumpun keluarga yang pertama yang merupakan cikal bakal masyarakat lainnya.

Suku Buket, nama yang dipakai oleh BPS untuk etnik ini dalam sensus penduduk tahun 2000. Di Kalimantan Selatan pada sensus penduduk tahun 2000 suku Buket berjumlah 35.838 jiwa, sebagian besar daripadanya terdapat di kabupaten Kota Baru yang berjumlah 14.508 jiwa.

Suku Bukit juga dinamakan Ukit, Buket, Bukat atau Bukut. Suku Bukit atau suku Dayak Bukit terdapat di beberapa kecamatan yang terletak di pegunungan Meratus pada kabupaten Banjar, kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, kabupaten Tapin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru.

Beberapa suku-suku Dayak Meratus yaitu :

Dayak Pitap, di desa Dayak Pitap dan sekitarnya.
Dayak Alai terdiri atas:
Dayak Labuhan
Dayak Atiran,
Dayak Kiyu mendiami desa Hinas Kiri
Dayak Juhu
Dayak Hantakan (Dayak Bukit), di desa Haruyan Dayak.
Dayak Labuan Amas
Dayak Loksado (Dayak Amandit), di kecamatan Loksado.
Dayak Harakit (Dayak Tapin), di desa Harakit dan sekitarnya.
Dayak Paramasan, di kecamatan Paramasan.
Dayak Kayu Tangi (mendiami kawasan Riam Kanan sebelum dijadikan waduk)
Dayak Bangkalaan, di desa Bangkalan Dayak.
Dayak Sampanahan, di kecamatan Sampanahan, Kotabaru.
Dayak Riam Adungan, di desa Riam Adungan.
Dayak Bajuin, di desa Bajuin.
Dayak Sebamban Baru
dan lain-lain
Rumah ritual adat (aruh) Dayak Meratus disebut balai. Istilah balai juga masih dilestarikan oleh Dayak Meratus yang masuk Islam/Banjar Hulu Sungai untuk menyebut surau/langgar (lebih tepat Balai Islam).

Orang Dayak Pitap di Kabupaten Balangan Sunting

Orang Dayak Pitap adalah Masyarakat Adat Dayak yang biasanya dikategorikan sebagai bagian dari suku Dayak Meratus/suku Dayak Bukit yang mendiami kecamatan Tebing Tinggi, Balangan, Kalimantan Selatan.

Dayak Pitap merupakan sebutan bagi kelompok masyarakat yang terikat secara keturunan dan aturan adat, mendiami kawasan disekitar hulu-hulu sungai Pitap dan anak sungai lainnya. Sungai Pitap itu sendiri awalnya bernama sungai Kitab. Menurut keyakinan mereka, ditanah merekalah turunnya kitab yang menjadi jadi rebutan. Oleh datu mereka supaya ajaran kitab tersebut selalu ada maka kitab tersebut ditelan/dimakan atau dalam istilah mereka dipitapkan, sehingga ajaran agama mereka akan selalu ada di hati dan ada di akal pikiran. Kata kitab pun akhirnya berubah menjadi pitap sehingga nama sungai dan masyarakat yang tinggal kawasan tersebut berubah menjadi Pitap.

Sedangkan sebutan Dayak ini mengacu pada kesukuan mereka. Oleh beberapa literatur mereka dimasukkan kedalam rumpun Dayak Bukit, namun pada kenyataanya mereka lebih senang disebut sebagai orang Pitap atau Dayak Pitap, ini juga terjadi pada daerah-daerah lain di Meratus.

Para leluhur masyarakat Dayak Pitap mula-mula tinggal di daerah Tanah Hidup, yaitu daerah perbatasan antara Kabupaten Balangan dengan Kabupaten Kotabaru (dipuncak pegunungan Meratus). Tanah hidup menjadi wilayah tanah keramat yang diyakini sebagai daerah asal mula leluhur mereka hidup.

Secara administratif, orang Dayak Pitap berada di 3 Desa yaitu Dayak Pitap, Langkap dan Mayanau pada Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan.

Semula merupakan satu Dayak Pitap memiliki pemerintahan sendiri dengan pusat pemerintahan berada di Langkap. Dengan adanya peraturan sistem pemerintahan desa pada tahun 1979 dibentuk pemerintahan desa Dayak Pitap dengan pusat pemerintahan waktu itu berada di Langkap. Dayak Pitap terbagi terdiri dari 5 kampung besar yaitu

Langkap
Iyam
Ajung
Panikin
Kambiyain.

Kemudian tahun 1982 wilayah Dayak Pitap dibagi menjadi 5 desa, berdasarkan peraturan menteri dalam negeri no 2/tahun 1980 tentang pedoman pembentukan, pemecahan, penyatuan dan penghapusan kelurahan dan peraturan menteri dalam negeri no 4 tahun 1981 tentang pembentukan, pemecahan, penyatuan dan penghapusan desa . Selanjutnya berdasarkan Sk camat tahun 1993 kampung Ajung digabung ke Iyam. Tahun 1998 kampung Iyam dan kampung Kambiyain digabungkan jadi satu dengan kampung Ajung dengan pusat pemerintahan di Ajung Hilir.

Secara geografis, wilayah Dayak Pitap berada di bentangan pegunungan Meratus yang terletak antara 115035'55" sampai 115047'43" Bujur timur dan 02025'32" sampai 02035'26" Lintang selatan. Jarak desa ke ibukota kecamatan 35 Km, Jarak desa ke ibukota Kab. 48 Km dan jarak desa ke ibukota provinsi 231 Km.

Sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru , sebelah barat berbatasan dengan Desa Gunung Batu dan Desa Auh, sebelah utara berbatasan dengan Halong, Balangan dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru dan Kecamatan Batang Alai Selatan, Hulu Sungai Tengah.

Menurut Cilik Riwut, Suku Dayak Bukit merupakan suku kekeluargaan yang termasuk golongan suku (kecil) Dayak Ngaju. Suku Dayak Ngaju merupakan salah satu dari 4 suku kecil bagian dari suku besar (rumpun) yang juga dinamakan Dayak Ngaju.

Mungkin adapula yang menamakan rumpun suku ini dengan nama rumpun Dayak Ot Danum. Penamaan ini juga dapat dipakai, sebab menurut Tjilik Riwut, suku Dayak Ngaju merupakan keturunan dari Dayak Ot Danum yang tinggal atau berasal dari hulu sungai-sungai yang terdapat di kawasan ini, tetapi sudah mengalami perubahan bahasa. Jadi suku Ot Danum merupakan induk suku, tetapi suku Dayak Ngaju merupakan suku yang dominan di kawasan ini.

Silsilah suku Bukit;

Suku Dayak (suku asal), terbagi 5 suku besar / rumpun:

Dayak Laut (Iban)
Dayak Darat
Dayak Apo Kayan / Kenyah-Bahau
Dayak Murut
Dayak Ngaju / Ot Danum, terbagi 4 suku kecil:
Dayak Maanyan
Dayak Lawangan
Dayak Dusun
Dayak Ngaju, terbagi beberapa suku kekeluargaan (sedatuk) :
Dayak Bukit
Dayak Bakumpai
Dayak Berangas
Dayak Mendawai
dan lain-lain
Budaya Bukit Sunting

Suku ini dapat digolongkan sebagai suku Dayak, karena mereka teguh memegang kepercayaan atau religi suku mereka. Akan tetapi religi suku ini, agak berbeda dengan suku Dayak di Kalimantan Tengah (Rumpun Dayak Ngaju atau Rumpun Barito), yang banyak menekankan ritual upacara kematian dalam agama Kaharingan. Salah satu Suku Dayak di Kalimantan Selatan yang juga banyak menekankan ritual upacara kematian adalah Suku Dayak Dusun Deyah.

Sedangkan kepercayaan suku Meratus biasanya disebut agama Balian yang lebih menekankan upacara dalam kehidupan, seperti upacara pada proses penanaman padi atau panen, sebagaimana halnya dengan suku Kanayatn yang melakukan upacara pesta panen Naik Dango di Kalimantan Barat. Suku Dayak Bukit juga tidak mengenal tradisi ngayau yang ada zaman dahulu pada kebanyakan suku Dayak.

Upacara ritual suku Dayak Bukit, misalnya "Aruh Bawanang" yang disebut juga Aruh Ganal. Tarian ritual misalnya tari Babangsai untuk wanita dan tari Kanjar untuk pria. Suku Bukit tinggal di dalam rumah bersama yang dinamakan balai yang lebih tepat berfungsi sebagai rumah ritual adat. Istilah balai juga masih dipakai suku Banjar Hulu yang tinggal di pedalaman untuk menyebut surau/langgar, karena kesamaannya sebagai tempat ibadah/ritual.

Balai merupakan rumah adat untuk melaksanakan ritual pada religi suku mereka. Bentuk balai, "memusat" karena di tengah-tengah merupakan tempat altar atau panggung tempat meletakkan sesajen. Tiap balai dihuni oleh beberapa kepala keluarga, dengan posisi hunian mengelilingi altar upacara. Tiap keluarga memiliki dapur sendiri yang dinamakan umbun. Jadi bentuk balai ini, berbeda dengan rumah adat suku Dayak umumnya yang berbentuk panjang (Rumah Panjang).

Suku Dayak Bukit menganal tiga kelompok roh pemelihara kawasan pemukiman dan tempat tinggal yaitu :

Siasia Banua
Bubuhan Aing
Kariau
Siasia Banua contohnya :

Siasia Banua Kambat
Siasia Banua Pantai Batung
Siasia Banua Kambat
dan sebagainya
Bubuhan Aing (= komunitas air) contohnya :

Bubuhan Aing Muhara Indan
Bubuhan Aing Danau Bacaramin
Bubuhan Aing Maantas
dan sebagainya
Kariau contohnya :

Kariau Labuhan
Kariau Padang Batung
Kariau Mantuil
dan sebagainya
Bahasa Melayu Bukit Sunting

Bahasa Dayak Bukit, menurut penelitian banyak kemiripan dengan dialek Bahasa Banjar Hulu. Ada pula yang menamakan bahasa Bukit sebagai "bahasa Banjar archais". Bahasa Bukit termasuk Bahasa Melayu Lokal yang disebut Bahasa Melayu Bukit (bvu).

Perbandingan hubungan suku Bukit dengan suku Banjar, seperti hubungan suku Baduy dengan suku Banten. Suku Banjar dan suku Banten merupakan suku yang hampir seluruhnya memeluk Islam, sedangkan suku Bukit dan suku Baduy merupakan suku yang teguh mempertahankan religi sukunya.

Populasi Suku Bangsa Dayak Bukit Sunting
Populasi suku Dayak Bukit di Provinsi Kalimantan Selatan : 35.838 (BPS - sensus th. 2000)

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), populasi suku Dayak Bukit di Kalimantan Selatan berjumlah 35.838 jiwa, yang terdistribusi pada beberapa kabupaten dan kota, yaitu :

585 jiwa di kabupaten Tanah Laut
14.508 jiwa di kabupaten Kota Baru (termasuk Tanah Bumbu)
1.737 jiwa di kabupaten Banjar
836 jiwa di kabupaten Barito Kuala
112 jiwa di kabupaten Tapin
3.778 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Selatan
3.368 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Tengah
244 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Utara (beserta Balangan sebelum pemekaran daerah)
1.106 jiwa di kabupaten Tabalong
7.836 jiwa di kota Banjarmasin
1.728 jiwa di kota Banjarbaru
Kekerabatan dengan Suku Banjar menurut mitologi Sunting

Mitologi suku Dayak Meratus atau Suku Dayak Bukit menyatakan bahwa Suku Banjar dan Suku Bukit merupakan keturunan dari dua kakak beradik yaitu Si Ayuh alias Datung Ayuh alias Dayuhan alias Sandayuhan yang menurunkan suku Bukit dan Bambang Siwara alias Bambang Basiwara yang menurunkan suku Banjar. Dalam khasanah cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus ditemukan legenda yang sifatnya mengakui atau bahkan melegalkan keserumpunan genetika (saling berkerabat secara geneologis) antara orang Banjar dengan orang Dayak Meratus. Dalam cerita prosa rakyat berbahasa Dayak Meratus dimaksud terungkap bahwa nenek moyang orang Banjar yang bernama Bambang Basiwara adalah adik dari nenek moyang orang Dayak Meratus yang bernama Sandayuhan. Bambang Basiwara digambarkan sebagai adik yang berfisik lemah tetapi berotak cerdas. Sedangkan Sandayuhan digambarkan sebagai kakak yang berfisik kuat dan jago berkelahi.

Sesuai dengan statusnya sebagai nenek-moyang atau cikal-bakal orang Dayak Maratus, maka nama Sandayuhan sangat populer di kalangan orang Dayak Meratus. Banyak sekali tempat-tempat di seantero pegunungan Meratus yang sejarah keberadaannya diceritakan berasal usul dari aksi heroik Sandayuhan. Salah satu di antaranya adalah tebing batu berkepala tujuh, yang konon adalah penjelmaan dari Samali’ing, setan berkepala tujuh yang berhasil dikalahkannya dalam suatu kontak fisik yang sangat menentukan.



"Bersambung"

Rabu, 08 Februari 2017

صلاة ألله تغشكم حبيبي


Sholatullahi Taghsyakum

هذه القصيدة صلاة الله تغشاكم

ﺻَـﻼَ ﺓُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗـَﻐْــــﺸَﺎ ﻛُـــــﻢْ ﺣــَـــﺒـِـﻴـْـﺒِــﻲ
ﻭَ ﺍَﻟـِــــﻜُــﻢُ ﻭَ ﻳـَﻐْــــﺸَﺎ ﻛُـــــﻢْ ﺳَــــﻼَ ﻡُ

Sholaatullohi taghsyakum habiibiy
Wa alikumu wa yaghsyaakum salaamu
Limpahan Shalawat Allah selalu meliputi kalian (Wahai Nabi SAW dan para pencintanya dan pembelanya SAW)
dan atas keluarga kalian dan salam sejahtera selalu melimpah pada kalian.

ﻋَــﻠَﻰ ﻗَــﺪْﺭِ ﺍﻟْـﺠَـــﻤَـﺎﻝِ ﻣَــﻊَ ﺍﻟْـــﻜَــﻤَـﺎﻝِ
ﻭَﻣـَــﺎ ﻃَـﺮِ ﺏَ ﺍﻟْــﻤُـﺤِــــﺒُّـﻮْ ﻥَ ﻭَﻫَـــﺎﻡُ

‘Alaa qodril jamaali ma’al kamaali
Wamaa thoribal muhibbuuna wahaamu
Sebanyak kadar segala keindahan dan kesempurnaan,
dan sebanyak gejolak kerinduan dan kasih para pecinta Nabi SAW.

ﻟـِﻐـَـﻴْـﺮِ ﺟَـــﻤَـﺎ ﻟـِـﻜُـــﻢْ ﻧَــﻈَـﺮِ ﻱْ ﺣَـــﺮَ ﺍﻡُ
ﻭَ ﻏَــﻴْـﺮِ ﻛَــﻼ َ ﻣِــﻜُـﻢْ ﻋِــــﻨـْﺪِ ﻱْ ﻛَــﻼ َﻡِ

Lighoiri jamaalikum nadhorii haroomu
Wa ghoiri kalaamikum ‘indii kilaamu
Untuk selain memandang keindahan kalian, telah kuharamkan pandanganku,
dan selain pembicaraan kalian dihadapanku umpama lantai tempat pijakan kaki (yaitu sangat hina).

ﻭَ ﻋُــﻤْﺮٌ ﺗَـﺴْـﺮِ ﻱْ ﻣِـﻨْـﻜُــﻢْ ﺑـَـﻌْــﺾَ ﻳـَـــﻮْ ﻡٍ
ﻭَ ﺳَـــﺎ ﻋَـﺔُ ﻏَــــﻴْﺮِ ﻛُـــﻢْ ﻋَــﺎﻡٌ ﻓَــﻌَـﺎﻡُ

Wa ‘umrun tasrii minkum ba’dlo yaumin
Wa saa’atu ghoirikum ‘aamun fa’aamu
Dan usiaku terlewatkan bersama kalian seakan beberapa hari (terasa sangat singkat),
dan sesaat tanpa kalian bagaikan bertahun-tahun.

ﻭَﺻَـﺒـْﺮِ ﻱْ ﻋَــﻨْـﻜُـــﻢُ ﺷَـﻲْﺀٌ ﻣُـﺤَــــﺎﻝٌ
ﻭَ ﻣـَـﺎ ﻟِـﻲْ ﻗَــﺎﺗِـﻞٌ ﺇِ ﻻَّ ﺍﻟـْـﻔِـــﻄَـﺎﻡُ

Wa shobrii ‘ankumu syai-un muhaalun
Wa maaliy qootilun illaal fithoomu
Dan sabar dari merindukan kalian adalah hal yang mustahil,
dan tak ada (yang kutakutkan) sebagai pembunuh, selain perpisahan dengan kalian.

ﺇِ ﺫَﺍ ﻋَــﺎ ﻳـَـﻨْـﺘُـــﻜُــﻢْ ﺫَﺍ ﻟَـﺖْ ﻫُـﻤُــﻮْ ﻣِــﻲْ
ﻭَ ﺇِ ﻥْ ﻏِــﺒْـــﺘُـﻢْ ﺩَ ﻧَـﻰ ﻣِـﻨـِّـﻲ ﺍﻟـْﺤِـــﻤَـﺎﻡُ

Idzaa ‘aayantukum dzaalat humuumiy
Wa in ghibtum danaa minniyl himaamu
Apabila aku melihat kalian maka hilanglah kesedihanku,
dan apabila kalian tiada maka telah dekatlah padaku kematian.

ﺍَﻭَ ﺩُّ ﺑِــﺄَﻥْ ﺃَ ﻛُـــﻮْ ﻥَ ﻟَــــﻜُــﻢْ ﺟَـــﻠِـﻴـْـــﺴًﺎ
ﻭَ ﺗـُﻨْـﺼَـﺐُ ﻟـِﻲ ﺑِـﺮَ ﺑـْﻌِـــﻜُــﻢُ ﺧِــﻴَـﺎﻡُ

Awaddu bi an akuuna lakum jaliisan
Wa tunshobu liy birob’ikumu khiyaamu
Aku sangat berhasrat untuk selalu menjadi pendamping kalian, dan dibuatkan kemah di halaman rumah kalian, (ungkapan hati dari besarnya hasrat untuk selalu tidak berpisah, apabila tidak mendapat tempat tinggal di rumah mereka, maka cukuplah di halaman rumah mereka).

ﺑــَﺪَﺍﻩُ ﺑـِﺎﻟـْـﻮِ ﺻَــﺎﻝِ ﻣَــﺮِ ﻳـْﺾَ ﻫَﺠْـــﺮٍ
ﻳـَـﻬِــﻴـْــﻢُ ﺑِــﻜُــﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺳَــﺠَـﻊَ ﺍﻟْـﺤَـــﻤَـﻢُ

Badaahu bilwishooli mariidlo hajrin
Yahiimu bikum idzaa saja’al hamamu
Maka mulialah (mendekat padaku) dengan menyambung (pertemuan) setelah pedihnya perpisahan, (denganku) yang selalu mendambakan kalian setiap kali burung-burung merpati saling bersenandung (maksudnya tidak pernah ada berakhir).

ﺣَـــﺪِ ﻳـْﺚُ ﻏَــــﺮَ ﺍ ﻣِـﻪِ ﻓِـــﻴْــﻜُـــﻢْ ﻗَـــﺪِ ﻳـْـﻢٌ
ﻭَ ﻣَـﻠـْـﺒَـﺴُـﻪُ ﻣِــﻦَ ﺍﻟْـﺤُـــﺐِّ ﺍﻟــﺴِّــــﻘَـﺎﻡُ

Hadiitsu ghoroomihi fiikum qodiimun
Wa malbasuhu minal hubbis siqoomu
Kabar tentang ia (diriku) tergila-gila pada kalian telah lama terdengar,
dan pakaian (yang menutupiku) dari kecintaan adalah kesusahan.

ﻓَـــﺄَﻧــْـﺘُـﻢْ ﻓِﻲ ﺍْﻷُ ﺻُـﻮْ ﻝِ ﺃَﺟَــــﻞُّ ﺃَﺻْـــﻞٍ
ﺇِ ﺫَﺍ ﺷِــﺌْـﺘُـﻢْ ﺗَـﺤَـــﺼَّـﻞَ ﻟِﻲ ﺍﻟْـﻤَــﺮَ ﺍﻡُ

Fa antum fiyl ushuuli ajallu ashlin
Idzaa syi’tum tahasshola liil maroomu
Dan kalian dari segala sumber (kemuliaan) adalah sumber yang sangat kuat,
apabila kalian menghendaki, maka akan tercapailah untukku segala keinginan.

ﺑـِﻜُـــﻢْ ﺻَـﻌْﺐُ ﺍْﻟـﻸُ ﻣُـﻮْ ﺭِ ﻳـَﻌـُـﻮْ ﺩُ ﺳَــــﻬْـﻼ ً
ﻓَــﺒِﺎ ْﻹِ ﺣْــــﺴَـﺎﻥِ ﺟُــﻮْ ﺩُﻭ ﺍ ﻳـَﺎ ﻛِــﺮَ ﺍﻡُ

Bikum sho’bul umuuri ya’uudu sahlan
Fabil ihsaani juuduu yaa kiroomu
Sebab kalianlah segala permasalahan berbalik menjadi kemudahan,
maka Demi Yang Maha Memiliki Kebaikan, bermurah hatilah wahai orang-orang yang mulia.

ﻓـَــﻠَـﻴْـﺲَ ﺳِــﻮَ ﺍ ﻛُـــﻤُـﻮْ ﻟـِﻠْـﺠُــﻮْ ﺩِ ﺃَﻫْـــــﻼ ً
ﻓَـﻜَــﻴْـﻒَ ﻧَــﺬِ ﻳــْﺪُ ﺻُــﻮْ ﺣِــﻴـْﻜُـــﻢُ ﻳــُﻀَـﺎﻡُ

Falaisa siwaakumuu liljuudi ahlan
Fakaifa nadziidu shuuhiikum yudloomu
Maka tiadalah selain kalian orang yang lebih bermurah hati

Kamis, 02 Februari 2017

Nasehat Jowo

Eman lo wong Islam, ninggal Sholat wengi
Sak ben dalu turu, ora gelem tangi
Sholat wengi ngono, disenengi Gusti
Sopo gelem nyuwun, pasti di paringi

Sholat limang waktu, ayo podo njogo
Jama’ah nang masjid, bareng sak kluwargo
Ganjarane slawe, celengan suwargo
Malah biso dadi, pitu likur ugo

Yen Sholat kesusu, ora biso pernah
Rukuk lan sujude, ditoto sing genah
Sing khusyu’ lan khudhur, ugo tumakninah
Ngerteni sing wajib, lan ngerti sing sunah

Yen rumongso sugih, itungen donyone
Bagiane Zakat, ojo dilalekne
Dulur karo tonggo, sing podo miskine
kabeh podo nunggu, zakat bagiane

Yen karo tonggone, Sing apik atine
Yen kahanan longgar, mikiro butuhe
Sajak perlu utang, enggal di peringne
Nanging ojo nganti, njaluk anak ane

Ayo do ngurangi, nonton televisi
Timbang nonton TV, luweh becik ngaji
“Ahbaabul Musthofa” wadah kanggo ngaji
Kumpul poro Habaib lan poro Kyai

Eman lo wong ngaji, campur lanang wadon
Campur lanang wadon, lamun dudu mahrom
Biso biso malah, nglakoni sing harom
Ilmu gak manfa’at, rusak malah klakon

Lanang karo wadon, manggon sepi sepi
Nyanding senggal senggol koyok kebo sapi
Ngunu kuwi duso, nurut poro nabi
Ojo di terusno, yen durung di rabi

Al-habib syech bin abdul qodir assegaf(Solo)

Kamis, 12 Januari 2017

وقت السحر

وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا

Waktu larut malam adalah saat termuliakannya keadaan orang orang suci, dan pada waktu itu pula semakin pemurah Sang Maha Mulia dengan anugerah untuk mereka yg menepati janji untuk mengunjungi Nya (shalat malam),

كَمْ مِنْ سَقِيْمٍ بِهَذَا الْوَقْتِ نَالَ الشِّفَا وَكَم بِهِ اِتَّصَلْ مِنْ عَبْدٍ بِالْمُصْطَفَى

Berapa banyak orang orang yg dimurkai dan ditimpa musibah yg diwaktu larut malam itu (mereka bermunajat pada Nya) maka mereka mendapatkan kesejukan dan pencabutan atas musibahnya, dan berapa banyak banyak pula para hamba yg termuliakan dengan terhubung hatinya dengan sang Nabi saw,

وَقَابَلَتْهُ الْمَوِاهِبْ ظَاهِرًا وَالْخَفَا وَنَازَلَتْهُ لَطَائِفْ خَيْرِ مَنْ لَطَفَا

Maka ia disambut dengan anugerah anugerah yg terlihat dan yg tersembunyi (permasalahan dunia dan akhiratnya), dan turunlah untuknya kasih sayang dan kelembutan kelembutan dari yg sangat Indah kelembutan Nya.

عَنِ الْمَسَاوِي وَكُلِّ الذَّنْبِ فَضْلاً عَفَى وَبَارِقِ الْفَضْلِ وَاْلإِ حْسَانِ لُهْ رَفْرَفَا

dari kehinaan kehinaan dan setiap dosa, anugerah maaf Nya pun melimpah, dan pijaran cahaya kemuliaan dan keluhuran untuknya terus bercahaya indah,

وَحَسْبُهُ جُوْدُ مَوْلاَنَا الْعَلِي وَكَفَى وَهَاهُنَا الْقَوْلَ يَا أهْلَ الْفَهُمْ قَدْ وَقَفَا

Maka cukuplah kedermawanan Tuhan kita Yang Maha Tinggi dan Maha Mencukupi segenap hamba Nya, dan sampai disinilah wahai yang memahami, terhenti ucapan dan kata kata..

مَنْ ذَايُعَبِّرْ عَنِ الْغَوْثِ إِذَا وَكَفَا ياَرَبِّ زِدْنَا عَطَايَا يَارَبِّ زِدْ تُحَفَا

Siapakah pula yg mampu menggambarkan kemegahan curahan hujan rahmat Nya bila sedang melimpah.., wahai Tuhan tambahkan bagi kami pemberian pemberian, wahai Tuhan kami tambahkanlah sesuatu yg berharga,

وَاعْطِفْ عَلَيْنَا فَإِنَّكَ خَيْرَ مَنْ عَطَفَا وَاعْلِي لَنَا فِي رِحَابِ الْعِزّ ِبِكْ غُرَفَا

Maka berlemah lembutlah pada kami, sungguh engkau sebaik baik yg berlemah lembut, dan limpahkanlah kemuliaan bagi kami dengan sambutan kemegahan kamar kamar istana Mu,

وَصَلِّ دَأْبًا عَلَى أحْمَدُ وَالِهَ الشُّرَفَا وَالصَّحْبِ أَهْلِ الْهُدَى وَمَنْ بِهِمْ إِقْتَفَا

Dan limpahkanlah shalawat selalu atas Nabi Muhammad saw dan keluarganya yg mulia, beserta para sahabatnya dan para pembawa petunjuk dan semua yg mengikuti jejak mereka,

وَالْحَمْدُ اللهِ رَبِّي حَسْبُنَا وَكَفَى

Dan segala puji bagi Allah Tuhanku, Yang Maha Melindungi kami dengan kecukupan.

Rabu, 28 Desember 2016

Angah Ilay

baca dgn penuh penghayatan

ANGAH ILAY Tacut Legendaris Banua Kebal Senjata & Tahan Tembak

Angah Ilay (61 tahun) - Awal kisah dia menggeluti dunia hitam saat dia berusia 19 tahun dia bekerja sebagai pelayan toko milik orang cina dekat bioskop dewi, namun baru dua bulan sebagai penjaga toko dia harus berurusan dengan
hukum karena menghajar pemilik toko hingga tangan korban patah dan salah satu matanya pecah. Angah ilay marah dan menghajar pemilik toko karena tidak terima dengan kata2 kasarnya, lalu dia melarikan diri ke Surabaya, karena tak memiliki keluarga, di Surabaya angah ilay tinggal
di pasar dekat pelabuhan tanjung perak Namun baru empat hari disana, angah ilay kembali terlibat perkelahian dengan preman setempat, dia keroyok oleh tiga orang, namun dua
dari tiga pengeroyoknya tewas tekena luka tusukan dari pisau angah ilay. Karena perbuatannya, angah ilay diponis hukuman 12 tahun 4 bulan penjara. disinilah kisah itu bermula, begitu dikirim kelembaga permasyarakatan di LP
Surabaya, orang cina yang menjadi korbannya di
Banjarmasin mendengar kabar itu, lalu kemudian dia menyuruh para napi untuk membunuh angah ilay untuk membalaskan dendamnya, dihari kedua angah ilay menjadi penghuni penjara, dia didatangi 14 orang napi yang merupakan jawara di penjara itu, konon menurut cerita napi2 itu dibayar 2 juta (jumlah itu sama dengan 100 juta
sekarang). tanpa banyak bicara mereka langsung
menyerang dengan senjata tajam, angah ilay yg saat itu sedang makan kaget mendapat serangan mendadak, dua tusukan mengenai punggungnya, namun tak sedikitpun pisau itu melukai tubuhnya, kemudian dia berbalik dan merebut pisau itu, beberapa napi lain membacok kepala angah ilay dengan parang, ada juga yang memukulnya
dengan balok ulin, angah ilay terjatuh, tapi kepalanya tidak terluka sedikitpun , lalu dia bangkit dan menyerang balik, empat orang berhasil dilukainya, delapan orang lainnya mencoba kabur, tapi dikejar oleh angah ilay, salah seorang kembali berhasil ditusuknya dari bawah dagu tembus mulut. melihat ada keributan, sipir penjara langsung mengejar, lalu sipir menodongkan senjata dan meminta angah ilay menyerah dan meletakan pisau yang digenggamnya, tapi angah ilay tak memperdulikan ancaman senjata tersebut, angah ilay maju mendekati lima orang sipir bersenjata api tersebut, karena merasa terancam, dua
orang sipir melepaskan tembakan ketubuh dan kaki angah ilay, dia terpental jatuh, tapi pelurunya tak menembus kulit angah ilay, dia pun bangkit dan balas menyerang, seorang sipir berhasil diterjang dan ditusuknya tembus dari punggung hingga depan, kejadian semakin memanas,
lonceng penjara dibunyikan, seluruh sipir dan napi berhamburan keluar, angah ilay tepat berada ditengah lapangan, sipir dan napi lainnya mengepung angah ilay, berbagai senjata mereka gunakan, mulai dari kayu, batu, pisau, parang, cangkul, sekop hingga senjata api, kemudian
pergumulanpun terjadi, pertarungan sangatlah tidak seimbang, bagaimana tidak, seorang pemuda 19 tahun, dikeroyok ratusan lebih orang bersenjata. Namun semua itu tak membuat sedikitpun angah ilay gentar, dia terus melawan, sampai akhirnya dia berhasil diamankan setelah
diranjau dengan jaring net volly, tubuhnya terlilit, kemudian kakinya diikat dengan tali, setelah tak bisa bergerak, hampir semua orang memukulinya dengan berbagai macam senjata, banyak yang mengira angah ilay mati saat itu, namun dokter yang memeriksanyapun bingung, karena
setelah hampir 20 menit lebih dikeroyok dengan berbagai macam senjata, angah ilay hanya pingsan dan luka kecil didaun telinga bagian bawah, sementara tubuhnya bersih, tanpa ada memar dan luka. Sedangkan ratusan napi yang
mengeroyoknya, 3 orang tewas dan 11 orang luka tusuk, 24 orang luka sayat, dua orang sipir luka tusukan, satu tembus dari punggung hingga depan, yang satunya luka tusuk dipinggang hingga pisau menancap ditulang dan tak bisa
dicabut. Karena kasus itu dia disel angin dan kembali disidangkan secara hukum, selama sebulan dalam sel angin membuat angah ilay berpikir. tentu hukumannya tidak akan
ringan, minimal hukuman mati. Lalu kemudian angah ilay menjalani proses persidangan, dia dibawa menggunakan mobil khusus tahanan menuju pengadilan, sesampainya dipengadilan angah ilay dan beberapa tahanan lain yang
juga saat itu akan menjalani sidang dibawa menuju sel tunggu, nah didepan sel tunggu inilah angah ilay berhasil melarikan diri sesaat setelah bergolnya dibuka, angah ilay langsung memukul petugas, angah ilay berlari menuju jalan raya, tembakan ditujukan ketubuh angah ilay, dua kali
tubuhnya terpental terkena tembakan, namun dia bisa bangkit dan kembali berlari, sampai akhirnya dia masuk bukit hutan. Dua hari angah ilay menelusuri bukit itu, sampai dia menemukan sebuah jalan desa, angah ilay terus menelusuri jalan itu, hingga dia menemukan sebuah desa
yang jauh terpencil ditengah2 antara bukit dan belantara hutan, kemudian angah ilay menetap didesa itu selama 8 hari, setelah itu dia kemudian melanjutkan pelariannya ke Bali. Di Bali angah ilay sempat menetap selama 6 bulan,
disini dia kembali berkelahi dengan preman setempat karena permasalahan judi. Angah ilay dikeroyok dua orang, perkelahian dengan sama-sama bersenjata tajam, satu dari pengeroyok angah ilay tewas dan satunya lagi kritis, angah
ilay kembali melarikan diri, dia bersembunyi di Banyuwangi. Setelah sebulan bersembunyi, Angah ilay memutuskan untuk pulang kekampung halamannya di Kandangan, dia
pulang secara diam-diam ikut perahu pengangkut kayu dari pesisir madura, sesampainya di Banjarmasin, angah ilay tidak langsung menuju Kandangan, dia menginap dirumah salah seorang kerabatnya di Kelayan Barat (sekarang
menjadi Kelurahan Pekauman) Dari situlah dia mendengar bahwa polisi berkali-kali mendatangi orang tua nya di Kandangan. Merasa tidak aman, maka angah ilay memutuskan untuk menetap di Banjarmasin, selama di Banjarmasin angah ilay hanya berani keluar saat malam hari saja, memang dunia malam sudah menjadi bagian
hidupnya, disitulah perlahan dia mulai menjalani bisnis keamanan, angah ilay menjadi keamanan dipasar belauran, perlahan demi perlahan secara ekonomi angah ilay mulai mapan, dia pun berhasil merubah identitas dirinya untuk
mengelabui petugas. Selain memungut uang keamanan dari pasar, angah ilay juga melebarkan bisnis keamanannya hingga ke toko2 disudumampir dan pasar harum manis (Bim) selain itu dia juga memiliki banyak lahan parkir, hingga sekarang ada puluhan wilayah yang dikuasainya, antara lain
: Pasar Antasari, Pasar Sudimampir, Pasar Lama, Pasar Belitung, Pertokoan di sepanjang Penatu, Hotel Aria Barito, Swiss Bell hotel, Victoria Hotel, Parkiran di Siring Piere Tandean, Beberapa toko di Jl.Veteran, Kampung Melayu, dan Jl.A.Yani.
Saya juga termasuk orang yang baru tau tentang sosok Angah Ilay, ketertarikan saya untuk mengetahui biography kehidupan beliau bermula saat saya berada di tempat hiburan malam di Athena HBi, saat itu kami sedang asik-asiknya menikmati lantunan musik DJ, tiba2 musik terhenti dan lampu dinyalakan, saya sempat berpikir bahwa akan ada razia, namun betapa kagetnya saya, karena ternyata yang menyuruh berhenti adalah seorang kakek-kakek yang
ternyata adalah Angah ilay, padahal waktu itu beliau Cuma datang bersama satu orang, yaitu keponakannya, ratusan preman keamanan Dikotik HBi Cuma tertunduk mendengarkan beliau marah2, Angah ilay waktu itu sangat marah, karena keponakannya yang ditugasinya mengambil jatah uang keamanan dikasari oleh salah seorang preman keamanan HBi, lalu keponakan beliau pulang dan melaporkan kepada angah ilay. Manager dan owner dari Dikotik HBi juga ada pada saat itu, mereka berkali-kali
mencoba meminta maaf kepada angah ilay, namun kemarahan angah ilay tidak juga reda, angah ilay meminta agar orang yang sudah berkata kasar kepada keponakannya dibawa dihadapannya, namun karena alasan keamanan,
pihak Dikotik HBi menolaknya, dan memberikan penawaran untuk berdamai dengan menyerahkan segepok uang ratusan ribu, semua pengunjung saat itu terdiam membisu, tak ada satupun yang berani bersuara, uang yang diberikan
manager HBi tadi dilemparkan kemukanya. Tak terjadi kesepakatan malam itu, lalu angah ilay mengancam, dia melarang Dikotik HBi beroperasi sebelum mau menyerahkan orang yang sudah berkata kasar kepada keponakannya, lalu setelah itu angah ilay pergi meninggalkan semua orang. Waktu itu baru jam 12 malam, namun sang manager memutuskan untuk menutup Dikotik
HBi.
Bayangkan, Tempat hiburan malam sekelas HBi tak berani membantah atas ancaman Angah Ilay, selama empat hari Diskotik tidak berani buka, sampai akhirnya setelah melakukan berbagai negosiasi, Angah ilay mencabut ancamannya, dia kembali memperbolehkan Dikotik
beroperasi dengan catatan : Manager HBi beserta preman- premannya harus memberitahukan kepada semua yang telah membaca kisah ini, bahwa semua kisah ini hanyalah dongeng semata alias Kakaramputan haja, cerita ini di buat
karena sudah sangat kesal dengan Sinetron Anak Jalanan yang sangat sangat sangat tidak mendidik itu..!! Bayangkan, Judulnya Anak Jalanan, tapi yang diceritakan kehidupan
orang2 kaya (memang anak jalanan mana yang bisa beli motor sport??) Ceritanya tentang anak sekolah, tapi yang itayangkan perkelahian2 anak2 Alay rebutan pacar!! –Jangan sampai Angah ilay murka karena Kisah Anak Jalanan
yang sejatinya penuh kekerasan dan dunia hitam itu, dijadikan idola oleh generasi muda yang merupakan tonggak harapan bangsa. Apa jadinya negeri ini, kalo semua pemuda bercita-cita jadi anak jalanan hanya gara2 Sinetron Alay tersebut.!!!
SEKIAN dan mohon maaf semoga bermanfaat..

Copas Habar Banua6+

Selasa, 27 Desember 2016

Tasawuf

APAKAH ANDA PELAKU TASAWUF DAN KE SUFIAN?

"Man tassawaffa wa lam yatafaqah faqad tazandaqa, wa man tafaqaha wa lam yatsawwaf faqad fasadat, wa man tafaqaha wa tassawafa faqad tahaqqaq.

Barangsiapa mempelajari atau mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqh tanpa tasawwuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawwuf dan fiqh dia meraih kebenaran.

" Dengan demikian bahwa Ilmu Tasawwuf dan Ilmu Fiqh umpama dua jemari yang tak dapat dipisahkan, dan tidak untuk diabaikan dimana keduanya sama-sama penting suatu perpaduan antara akal dan hati.

Kaum Sufi bukanlah sekelompok aliran bid'ah yang ajarannya masih saja diperdebatkan, namun dalam memahami Ilmu kesufian hati perlu benar-benar bersih dan jeli untuk menangkap doktrin-doktrin yang diajarkan dalam sufi itu sendiri dengan catatan tidak melenceng dari Islam. Tanpa didampingi ilmu sebagai manusia terlalu gampang untuk mencoreng, mencela dan berprasangka buruk terhadap sesama. Dalam sebuah hadits Nabi Saw.: "Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu merupakan perkataan yang paling dusta." HR. Bukhari & Muslim.

Ilmu kesufian atau Ilmu Tasawwuf adalah ilmu yang didasari oleh Al-Qur'an dan Hadits dengan tujuan utamanya amar ma'ruf nahi munkar. Sejak jaman sahabat Nabi Saw. tanda-tanda sufi dan ilmu kesufian sudah ada, namun nama sufi dan ilmu tersebut belum muncul, sebagaimana ilmu-ilmu lain seperti Ilmu Hadits, Ilmu Kalam, Ilmu Tafsir, Ilmu Fiqh dan lain sebagainya. Barulah pada tahun 150 H atau abad ke-8 M Ilmu Sufi atau Ilmu Tasawwuf ini berdiri sebagai ilmu yang berdiri sendiri yang bersifat Keruhanian.

Definisi Sufi

“Seorang sufi itu bagaikan bumi yang bila dilempari keburukan maka ia akan selalu membalasnya dengan kebaikan. Seorang sufi itu bagaikan bumi yang mana di atasnya berjalan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk (semua diterimanya). Seorang sufi juga bagaikan langit atau mendung yang menaungi semua yang ada di bawahnya, dan seperti air hujan yang menyirami segala sesuatu tanpa memilah dan memilih, [yang baik maupun yang buruk semuanya diayominya]”.

“Orang sufi itu adalah seseorang yang membersihkan hatinya maka bersihlah hatinya, dan mengikuti jalannya Nabi al-MuHAMMAD Saw. Serta tidak terlalu memikirkan perkara duniawi (lebih mementingkan masalah ukhrowi), dan menghilangkan keinginan hawa nafsunya.

“Ciri-ciri orang sufi itu adalah sebagai berikut;
1. Seseorang yang merasa dirinya hina
2. Menahan dan memerangi hawa nafsunya
3. Memberi nasehat kepada mahluk
4. Selalu mendekatkan diri kepada Allah
5. Berperilaku bijaksana
6. Menjauhi berandai-andai (berangan-angan terlalu tinggi dalam hal duniawi)
7. Tidak mau mencela
8. Mencegah perbuatan dosa
9. Waktu luangnya digunakan untuk beribadah
10. Susahnya sengaja di buat-buat (karena memang seorang sufi itu terhindar dari berbagai macam kesedihan dan kesusahan duniawiyah)
11. Hidupnya sederhana
12. Arif terhadap sesuatu yang benar
13. Mengasingkan diri dan mencegah dari segala sesuatu yang sia-sia.

Sungguh Jalan menuju makrifatullah penuh liku dan perangkap samar
Bagi orang Sufi , mereka dicintai oleh Allah dan dikehendaki oleh Allah baru mereka mencintai dan menghendaki Allah. Mereka beriltizam sesungguhnya untuk menemui Allah s.w.t dan Allah s.w.t akan membuka jalan untuk mereka dalam waktu tertentu, mereka melalui jalan singkat dan tidak berliku – ini kerana pemerhatian mereka yang tuntas terhadap perbuatan (af’al) Allah , lalu mereka redha dan mempunyai adab terhadap Allah , lalu Allah s.w.t mengangkat mereka.

Jumat, 16 Desember 2016

Robi’ Aqbal ‘Alaina

Robi’ Aqbal ‘Alaina

Ada seorang sahabat Nabi Muhammad saw, Namanya Thufail ibni Amak’, dia dari suatu kampung yg sangat jauh, perbatasan Yaman dengan Mekkah, dia ingin melihat Nabi Muhammad saw, ketika bertemu nabi Muhammad saw dia jatuh cinta pada Nabi Muhammad saw. ketika bertemu Nabi Muhammad saw dia ceritakan pada Nabi Muhammad saw, “Ya Rasulullah aku berasal dari tempat yg sangat jauh, tidak kuat aku jalan siang hari karena panas”

Lalu Rasulullah saw berkata ” lalu apa maumu wahai Thufail?”, dia bilang “Ya Rasulullah ini tongkatku, tolong pegang tongkat ku ini. kalau sudah malam keluar cahaya agar aku bisa berjalan”
“baiklah” kata Rasulullah saw, dipegang tongkat itu oleh Nabi Muhammad saw, maka pulanglah Thufail ini menggunakan ontanya.

Di perjalanan ketika sampai waktu maghrib tongkatnya mengeluarkan cahaya terang benderang hingga terlihat jalanan yg dia lalui.. sampai subuh hilang cahayanya begitu seterusnya sampai ia tiba di kampungnya ia tancap tongkatnya di depan rumahnya, orang tanya sama dia,
“Dari mana wahai Thufail?”
“aku dari makkah”
“bagaimana? kau bertemu dgn orang yg kau bilang Nabi Akhir zaman?”
“bertemu”
“kau dikasih makan?”
“dikasih makan”
“kau dihormati?”
“sangat dihormati”
orangnya hitam atau putih? ”
“putih”
“pernah kau melihat wajah seperti dia”
“belum pernah”
“bahkan suaranya belum pernah aku mendengar suara sebagus itu, aku juga belum pernah mencium harum seharum itu orang ini”
lalu setelah Thufail bertemu dgn istri dan anak nya kemudian ia tidur, datang maghrib keluar cahaya terang benderang dari tongkat yang dia tancap di depan rumahnya tadi, datang orang sekampung berkumpul di depan rumahnya Thufail,
“Thufail dari mana cahaya ini? apakah kau sihir?”
“tidak, aku meminta dengan hormat kepada Rasulullah Nabi Muhammad bin Abdullah agar aku diberikan cahaya supaya aku bisa kembali ke kampung halaman karena aku berjalan di malam hari”
“Thufail kalau begitu mari kita bersama-sama kesana bertemu Nabi Muhammad saw”

Akhirnya satu kampung ke Makkah, “Ya Rasulullah aku membawa satu kampung mereka mau masuk islam ingin melihat wajahmu”
Lalu Nabi Muhammad saw keluar menemui mereka, semua yang ada disitu menyatakan,
“Benar Thufail benar, tidak pernah aku melihat wajah manusia seindah ini, tidak pernah kami mencium manusia yang seharum ini, kami yang tidak mandi berhari hari, bau nya badan kami hilang karena harumnya badan Nabi Muhammad saw menempel di baju kami,
Asyhadu an laa ilaahailallah wa Asyhadu anna Muhammaddar rasulullah”

هذه القصيدة ربيع أقبل علينا

۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
Qosidah Robi’ Aqbal ‘Alaina Marhaban bir Robi’ (Robi’ul Awwal telah datang kepada kita, Selamat datang duhai musim bunga)

ربيع أقبل علينا مرحبا بالربيع

Robî’ aqbal ‘alainâ marhabân bir-robî’

ربيعنا ذکر من جاهه لدی الله وسيع

Robî’unâ dzikri man jâhuh ladâAllâhi wasî’

المصطفی الزين أکرم بل واول شفيع

Al-Mushthofâz-zain akrom bal wa awwal syafî’

فاسمع دعانا به يا ربنا ياسميع

Fasma’ du’ânâ bihi yâ Robbanâ yâ samî’

ورقنا به إلی اعلی المقام الرفيع

Wa roqinâ bih ilâ a’lâl maqômir-rofî’

نحل به ربى حصنك القوي المنيع

Nahul bihi robbî hushnakal qowiyyil manî’

يا سيد الرسل ذا الحسن الزهي البديع

Yâ sayyidar-rusli dzâl husniz-zahiyyil badî’

بك التوسل إلى المولی العلي السريع

Bikat-tawasul ilâl mawlâl ‘aliyyis-sarî’

يا رب نظرة تعم أمة حبيب الجميع

Yâ Robbi nadhroh ta’umm âmmah habîbil jamî’

أصلح لهم شأنهم واحوالهم ياسميع

Ashlih lahum sya,nahum wâhwâlahum yâ samî’

بجاه طه ومن قد حل أرض البقيع

Bi jâhi Thôha wa man qod halla ardlol baqî’

خصوص نور السرائر والدوا للوجيع

Khushûshi nûrus-sarô-ir wad-dawâ lil wajî’

البضعة الطاهرة ذات المقام الرفيع

Al-bidl’atuth-thôhiroh dzâtal maqômir-rofî’

و کل عامل بشرعك مستقيم مطيع

Wa kullu ‘âmil bisyar’ika mustaqîm mathî’

عجل بگشف البلا وکل امر شنيع

‘Ajil bikasyfil balâ wa kullu amrin syanî’

بهم بهم رب عجل بالإجابه سريع

Bihim bihim robbi ‘ajil bil ijâbah sarî’

***

Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan

teks qosidah diatas adalah karangan al-Habib Umar bin Hafidz, adapun tausiyah nya adalah kutipan tausiyah Abuya al-Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Attas,Sumber: Ust. Jeje Nurjaman

Khudz Yaminan خذ يمينا

Khudz Yaminan خذ يمينا

Khudz Yaminan (Karya Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad)

خذ يمينا خذ يمينا عن سبيل الظالمين واتق الله تعالی عن مقال الملحدين

Khudz yamînan khudz yamînan ‘an sabîlidh-dhôlimîna wattaqillâha ta’âlâ ‘an maqôlil mulhidîna 
Ambillah jalan yang lurus (jalan orang-orang yang salih), berpalinglah dari jalan orang-orang yang zhalim, dan bertakwalah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjauhi perkataan-perkataan dan perbuatan orang- orang yang membangkang

الإله الحق رب العرش رب العالمين هو رب الأولين هو رب الأخرين

Al-ilâhul haqqu robbul ‘arsyi robbul ‘âlamîna Huwa robbul awwalîna Huwa robbul âkhirîna
Dia (Allah) Maha Benar pemilik ‘arsy, Tuhan segenap alam, Dialah tuhan para makhluk yang terdahulu dan yang terakhir

هو ربی هو حسبي هو خير الرازقين هو غفار الخطايا هو خير الراحمين

Huwa robbî Huwa hasbî Huwa khoirur-rôziqîna Huwa ghoffârul khothôyâ Huwa khoirur-rôhimîna 
Dia (Allah) Tuhanku, yang menjadi penyukup bagiku,
Dialah sebaik-baik yang memberi, Dia pemaaf atas dosa-dosa, Dialah sebaik-baik yang menyayangi

ربى وادخلنا جميعا في العباد الصالحين وارض عنا واعف عنا وأجرنا أجمعين

Robbî wa adkhilnâ jamî’an fîl ‘ibâdish-shôlihîna wardlo ‘annâ wa’fu ‘annâ wa ajirnâ ajma’îna
Ya Allah masukkanlah kami semua dalam golongan hamba-hamba yang shalih, dan ridhailah kami, serta selamatkanlah kami semua

من عذاب فی جهنم أرصدت للمجرمين من عصاة فاسقين وعتاة گافرين

Min ‘adzâbin fî jahannam urshidat lilmujrimîna min ‘ushôtin fâsiqîna wa ‘utâtin kâfirîna
Dari siksa (neraka) jahannam yang disipakan untuk para pendosa, orang-orang fasiq serta kafir

ربی ادخلنا جنانا أزلفت للمتقينا إذ ينادون ادخلوها بسلام آمنين

Robbî adkhilnâ jinânâ uzlifat lil muttaqînâ idz yunâdauna-dkhulûhâ bisalâmin âminîna
Ya Allah masukkanlah kami kedalam surga yang telah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa, dimana ketika mereka dipanggil (maka) kami pun masuk ke dalamnya dengan selamat dan aman.

وصلاة الله تغشی أحمد الهادی الأمين وعلی ال وصحب وجميع التابعين

Wa sholâtullâhi taghsyâ Ahmadal hâdîl amîna wa ‘alâ âlin wa shohbin wa jamî’it-tâbi’îna
Shalawat Allah tercurahkan kepada Ahmad pembawa hidayah yang terpercaya dan atas keluarga dan para sahabat serta para tabi’in

Senin, 14 November 2016

Wow

Cara Mangatahuani Idola Sejatimu

Sabalumnya... ''MUHUN PASTIAKAN DULU BAHWA PIAN DALAM KAADAAN SADAR, SIHAT DAN KADA DI BAWAH TEKANAN SIAPA PUN'' PASTIKAN MAMBACA INI ADALAH KAHANDAK PIAN SAURANG :))

Oki kita mulai..!! Manusia bisa badusta, tapi angka-angka kada mungkin badusta :)) Parcaya kada?? Mari kita buktiakan di game alternatif ini.. Kita cuba barmain dengan angka..

1. Pilih numur papurit pian (antara 1 s/d 9). Sudah dapat??

2. Lalu dikalikan 3 (bisa ae kalu bahitung)

3. Hasilnya ditambah 3 (gampang kalu)

4. Lalu hasilnya dikalikan 3 lagi (mun ngalih pakai kalkulatur)

5. Nah pian akan dapat 2 digit angka (bujur kan)

6. Lalu.. Tambahkan angka nang 2 digit pian dapat tadi. (digit partama + digit kadua) Cuntuh : 13 (1+3= 4)

7. Sudah dapat jumlahnya ya? Di ingat lahh!! Nah dengan angka nang pian dapat, silahkan cucukan dengan angka dibawah ini, itulah IDOLA pian saumur hidup :))

1. Acha Septiasa
2. Agnes Monica
3. Ashanty
4. Aura Kasih
5.Ayu Ting-ting
6. Citra Kirana
7. Nikita Willy
8. Sazkia Sungkar
9. Ahmad Rifani
10.Nagita Slavina
11. Nike Ardilla
12.Siti Nurhaliza
13. Inul Daratista
14. Krisdayanti
15. Risty Tagor
16. Suzanna
17. Syahrini
18. Yuni Shara

Kada bulih mandustai diri pian saurang lah..

Dijamin 100% akurat :))

*Jangan Ada Nang Prutis

Minggu, 13 November 2016

كل القلوب


ﮐﻞ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ
Kullul qulûb
Setiap hati

                                  ~••~
ﮐﻞ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﺍﻟﯽ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺗﻤﻴﻞ
Kullul qulûbi ilâl habîbi tamîlu
Setiap hati yang cenderung mencintai sang kekasih (Nabi Muhammad saw)
ﻭﻣﻌﻲ ﺑﺬﻟﻚ ﺷﺎﻫﺪ
Wa ma’iya bidzâlika syâhidun
Padanya terdapat tanda
ﺷﺎﻫﺪ ﻭﺩﻟﻴﻞ
Syâhidun wa dalîlu
..tanda dan bukti
ﺃﻣﺎ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺇﺫﺍ ﺫﮔﺮﺕ ﻣﺤﻤﺪﺍ
Ammad-dalîlu idzâ dzakartu Muhammadan
Tandanya, adalah ketika ku menyebut nama Nabi Muhammad (saw)
ﺻﺎﺭﺕ ﺩﻣﻮﻉ ﺍﻟﻌﺎﺷﻘﻴﻦ ﺗﺴﻴﻞ
Shôrot dumû’ul ‘âsyiqîna tasîlu
Mengalirlah airmata orang yang terdendam rindunya
ﻫﺬﺍ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Hâdzâ Rosûlullâh
Dialah Rosululloh (saw)
ﻫﺬﺍ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Hâdzâ Rosûlullâh
Dialah Rosululloh (saw)
ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﯽ
Hâdzâl Mushthofâ
Dialah insan yang terpilih
ﻫﺬﺍ ﻟﺮﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﺧﻠﻴﻞ
Hâdzâ lirobbil ‘âlamîna kholîlu
Dialah kekasihnya Alloh, Tuhan semesta alam

ﺍﻟﻤﺪﺩ
ﺍﻟﻤﺪﺩ
ﺍﻟﻤﺪﺩ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ 2x

ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺪﺩ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Allaah Allaah almadad yaa Rosuulallaah
ﻳﺎﻋﻈﻴﻢ ﺍﻟﺠﺎﻩ ﻋﻠﻴﻚ ﺻﻠﻮﺍﺓ ﺍﻟﻠﻪ
Yâ ‘Adhiimal jaah ‘alaika sholawaatullaah
ﻋﺒﺪ ﺑﺎﻟﺒﺎﺏ ﻳﺮﺗﺠﯽ ﻟﺜﻢ ﺍﻷﻋﺘﺎﺏ
‘Abdun bil baabi yartajii latsmal a’taab
ﺟﺪ ﺑﺎﻟﺠﻮﺍﺏ ﻣﺮﺣﺒﺎ ﻗﺪ ﻗﺒﻠﻨﺎ
Jud bil jawaab marhaban qod qobilnaa
ﺍﻧﺖ ﺍﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﺑﺎﻟﺠﻮﺩ ﻣﻘﺮﯼ ﺍﻟﻀﻴﻮﻑ
Antal ma’ruuf bil juudi muqriidl-dluyuuf
ﺇﻧﯽ ﻣﻠﻬﻮﻑ ﺃﻏﺜﻨﯽ ﺑﺤﻖ ﺍﻟﻠﻪ
Innii malhuuf aghitsnii bihaqqillaah
ﺍﻧﺖ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻻﻋﻈﻢ ﺳﺮ ﺍﻟﻤﺠﻴﺐ
Antal habiibul a’dhom sirrul mujiib
ﺣﺎﺷﺎ ﻳﺨﻴﺐ ﻣﻦ ﺫﺍ ﺑﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Haasyaa yakhiibu man dzaa birosuulillaah
ﺩﺍﻭ ﻗﻠﺒﯽ ﻭﺍﻣﻨﺤﻪ ﺳﺮ ﺍﻟﻘﺮﺏ
Daawi qolbii wamnah-hu sirrol qurbi
ﻭﺃﺟﻞ ﮐﺮﺑﯽ ﻭﺍﻟﺤﻘﻨﯽ ﺑﺎﻫﻞ ﺍﻟﻠﻪ
Wa ajlu kurbii wa alhiqnii bi ahlillaah
ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺤﻀﺮﺓ ﺃﮐﺮﻣﻨﺎ ﻣﻨﻚ ﺑﻨﻀﺮﺓ
Shoohibul hadlroh akrimnaa minka binadlroh
ﻳﺎﺍﺑﺎ ﺍﻟﺰﻫﺮﺍﺀ ﻭﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ﻭﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ
Yaa abazzahroo’ wal Qoosim wa ‘abdillaah
ﺍﻧﺖ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺑﺬﮐﺮﻙ ﻗﻠﺒﯽ ﻳﻄﻴﺐ
Antal habiib bidzikrik qolbii yathiib
ﺣﺎﺷﺎ ﻳﺨﻴﺐ ﻣﻦ ﻻﺫ ﺑﺮﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Haasyaa yakhiib man laa dza birosuulillaah
ﺻﻠﻮﺍ ﻣﻌﻨﺎ ﻳﺎﺇﺧﻮﺍﻥ ﻋﻠﯽ ﺍﻟﻌﺪﻧﺎﻥ
Sholluu ma’anaa yaa ikhwaan ‘alaal ‘adnaan
ﺑﺎﻷﻣﺎﻥ ﺩﺍﺋﻤﺎ ﻣﻊ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻠﻪ
Bil amaan daa-iman ma’a ahlillaah